x

Kasus DBD Dikota Banjarmasin Kini Bertambah Menjadi 27 Kasus DBD

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Feb 2024 11:01 0 82 G. IRAWAN

 

BANJARMASIN – LIPUTAN 4.COM. Di Kota Banjarmasin kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) untuk saat ini mengalami peningkatan, saat ini sudah ada tercatat sebanyak 27 kasus, dan untuk Korban yang meninggal dunia pun juga bertambah menjadi 2 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dr Tabiun Huda, yang diwakili oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes kota Banjarmasin, Ibu drg.Hj.Emma R.MM, menjelaskan, untuk 2 kasus yang meninggal dunia akibat DBD, adalah remaja berusia 18 tahun, warga kelurahan Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan dan anak berusia anak 7 tahun,” ucapnya kepada awak media Liputan 4.Com, Senin (12/02/24).

Dengan adanya kasus kematian akibat DBD tersebut, pihak Dinkes kota Banjarmasin, merasa prihatin dan berharap agar tidak ada lagi jatuh korban jiwa termasuk kasus DBD-nya,” ucap drg.Hj.Emma.

“Sehingga kini ada sudah dua yang meninggal dunia akibat DBD tersebut,” ucap Ibu Emma, panggilan akrab beliau.

“Bila dihitung untuk kasus DBD mulai sejak Januari sampai dengan saat ini sudah berjumlah 27 orang,” sambungnya.

Ibu Emma menyampaikan, bahwa perkembangbiakan nyamuk tersebut yaitu pada saat musim hujan seperti sekarang ini, dan sangat mudah untuk mencegahnya dengan memperhatikan genangan air dan penampungan air di rumah,” tambahnya.

Karena yang paling ampuh dalam mencegah perkembangbiakan DBD adalah dengan memberantas sarang nyamuk dan jentik nyamuk dan jangan biarkan sampai ada genangan air hujan yang tertampung sehingga menjadi tempat untuk nyamuk berkembang biak,” tuturnya.

Untuk Nyamuk dewasa itu dalam sekali bertelur saja bisa menghasilkan jentik nyamuk sebanyak 250 sampai 300 jentik.

Kita juga sudah memberikan surat edaran baik dari pihak pemko Banjarmasin maupun dari kepala dinas kesehatan kota Banjarmasin tentang persoalan masalah DBD ini,” tuturnya.

“Dan kita juga sudah melakukan fogging di daerah yang diindikasi ada wabah penyakit DBD serta juga kita telah menyebarkan bubuk pembasmi jentik nyamuk (ABATE) di Puskesmas yang ada di kota Banjarmasin,” tambah Emma.

“Jika nyamuk tidak ada tempatnya untuk berkembang biak, tentu masalah DBD yang disebabkan oleh nyamuk aides agepty tidak akan terjadi, maka kami dari pihak Dinkes Kota Banjarmasin berharap kepada semua masyarakat kota Banjarmasin agar selalu menjaga kebersihan di lingkungan sekitarnya,” tutupnya (IWAN L4).

Stik Famika Makassar

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RIDWAN AZIZ
PLT BUPATI LABUHANBATU
Stik Famika Makassar
LAINNYA
x
x