x

Apabila Rumah Tangga Berantakan, Anaklah Yang Jadi Korban

waktu baca 4 menit
Senin, 29 Jan 2024 23:24 0 107 REDAKSI JATENG

Liputan4. com Jateng
29/1/2024
Kota Pekalongan
Pernikahan sebagai kegiatan menyatukan dua insan manusia secara sah di dalam suatu mata hukum maupun agama. Tak hanya kegiatan biasa saja, kegiatan ini juga dipandang sebagai sebuah ibadah yang terpanjang di dalam hidup yang bisa jadi gudang pahala.
di dalam pernikahan bermacam macam bentuknya,
Ada dua insan manusia melakukan pernikahan berdasarkan sudah menjalin hubungan satu sama lain dengan berpacaran terlebih dahulu,

Ada juga yang menjalani pernikahan dengan cara di pertemukan oleh orang tua alias di jodohkan.
Ada juga yang menjalani pernikahan dengan cara cepat yaitu mengenal pasangan nya jarak berapa bulan langsung melanjutkan ke jenjang pernikahan

Setelah kedua insan melakukan pernikahan menjadilah sebuah kehidupan berumah tangga, di dalam berumah tangga kedua pasangan di benturkan banyak permasalahan yang menyangkut rumah tangga yang harus di jalani oleh 2 insan manusia tersebut, dari mulai awal berumah tangga sampai berjalan bertahun dalam usia pernikahan pasti akan adanya permasalahan Rumah tangga yang akan di lalui pasangan suami istri tersebut.

permasalahan rumah tangga tersebut di mulai yang sepele hingga sampai di ambang kehancuran rumah tangga.

Dalam permasalahan berumah tangga itu bermacam macam
Setiap pasangan suami istri tentu akan memiliki masalah sendiri sendiri dalam kehidupan pernikahan mereka. Antara lain Komunikasi yang tidak efektif, masalah dengan mertua atau kebiasaan jelek pasangan yang sulit diatasi serta tentang perekonomian dalam berumah tangga.

Hal tersebut yang dianggap sepele tapi bisa mengakibatkan perceraian dalam rumah tangga dan akhirnya rumah tangga berantakan,
Di dalam rumah tangga yang berantakan sebenarnya yang menjadi korban adalah anak,dari mulai perasaan anak, serta mental anak yang terganggu, sebab anak dipaksa tumbuh dengan situasi yang sangat tidak nyaman dan tentu saja sulit untuk merasa bahwa dirinya tidak setara dengan anak-anak lainnya. Dari berantakan rumah tangga orang tuanya, sang anak akan membentuk karakter negatif ataupun rasa ketraumanan dari permasalahan kedua orang tuanya.

Seperti yang di ungkapkan oleh narasumber kepada media liputan4.com yang enggan di sebutkan namanya Bahwa dirinya sudah menjalani pernikahan kurang lebihnya 14 tahun, menurut nara sumber di dalam segala macam permasalahan yang menerpa rumah tangganya hanya buat pengalaman dan belajar untuk dewasa.

Bahwa segala permasalahan rumah tangga itu sebenarnya kalau kita cermati dan intropeksi diri sudah terlihat atau nampak dari perilaku sang istri atau suami perilaku tersebut antara lain.

1.istri/suami mudah marah serta sangat sensitif dalam suatu omongan atau perbuatan yang di lontar kan oleh salah satu pasangan,

Kadang juga salah satu pasangan terlihat sering marah-marah tidak jelas walaupun hanya masalah hal-hal yang sepele,

Salah satu pasangan sering merasa kesal dengan keadaan yang ada di rumah,
Dirinya merasa kesal seakan akan dirinya hanya bergerak sendiri tanpa adanya bantuan dari salah satu pasangan.

2.salah satu pasangan tidak pernah betah tinggal di rumah
Istri/suami akan terlihat lebih sering berpergian untuk keluar dari rumah dan sering menghabiskan waktu di luar sana untuk bersenang-senang bersama teman-temannya dan sampai melupakan waktu untuk keluarga beserta tanggung jawabnya sebagai istri maupun Suami.

3.salah satu pasangan terlihat begitu sibuk dengan dunianya sendiri dan tidak pernah memperhatikan pasangan sebagai suami atau istri, walaupun pasangan nya duduk di sebelahnya tidak dianggap ada, salah satu pasangan tetep sibuk dengan memainkan HP atau dunianya sendiri tanpa meng perhatikan pasangan yang ada di sebelahnya karena dirinya.

Timbulnya tidak ada komunikasi karena bila adanya komunikasi salah satunya pasangan takut akan terjadinya pertengkaran.

4.istri/suami terlihat diam dan jarang berkomunikasi dengan pasangannya dirinya lebih memilih duduk sendiri daripada berbagi kebahagiaan bersama pasangannya, di karena kan dirinya merasa sudah jenuh dengan pertengkaran, yang berbeda pendapat.

5.setelah lama adanya saling diam salah satu pasangan pasti akan mencari seseorang yang dekat dan di anggap bisa menyimpan rahasianya untuk mencurahkan permasalahan yang dialaminya.

Awalnya bertujuan untuk bisa memecahkan permasalahan yang dialami selama ini, berjalan nya waktu saling bertemu dan menceritakan keadaan nanti bisa berubah menjalin suatu perhubungan perselingkuhan, karena dari sang suami atau istri sedang mencari kebahagiaan lain yang tidak ia temukan didalam pasangannya.

Serta narasumber juga menambahkan
Apabila beberapa kode tersebut ada pada pasangan anda maka perbaikilah dan introspeksi diri masing masing karena apabila berlarut larut keadaan yang di rasakan dingin akan adanya perselingkuhan yang bisa merambat sampai pecahnya Rumah Tangga,
setelah rumah tangga yang di bina sudah pecah tetep yang menjadi korban adalah si buah hati (anak).tuturnya

Serta narasumber mengulangi lagi perkataan nya bahwa perpecahan pada rumah tangga sebenarnya sudah terdapat pada awal mulai adanya perbedaan pendapat dan kurangnya komunikasi, serta tidak mensyukuri kekurangan pada pasangannya, serta kadang kala merasakan terasa di anggap di injaknya harga diri, mungkin di karenakan salah satu pasangan kurangnya menyadari,

perjuangan yang tidak Sepenuhnya atau merasa saling berjuang sendiri,
Mengedepankan ego masing masing, dan lain lain, perilaku itulah yang mengakibatkan pertengkaran hingga sampai perceraian, dan pecahlah Rumah tangganya yang sudah lama di bina bersama, efek perpecahan rumah tangga anaklah yang jadi korban tutupnya

Google News

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x