PPDB KOTA MEDAN 2022

Abu Doto Ojo Kesusu, PJ Gubernur Aceh Kita Tunggu Keputusan Presiden

Abu Doto Ojo Kesusu, Pj Gubernur Aceh Kita Tunggu Keputusan Presiden

Liputan4.com | Jakarta – Pernyataan mantan Gubernur Aceh Zaini Abdulllah atau akrab disapa Abu Doto yang juga mantan Menteri Kesehatan dan menteri Luar Negeri Aceh Merdeka tentang PJ Gubenrnur Aceh di media, harusnya mencontohi Wali Nanggroe Paduka Yang Mulia Malik Mahmud Al Haythar, kata Tarmizi Age, Kamis (9/6/2022).

Wali Nanggroe, Paduka Yang Mulia Malik Mahmud Al Haythar, meminta Pemerintah Pusat untuk menempatkan orang yang tepat sebagai penjabat Gubernur Aceh.


Al Haythar tidak mengumumkan secara terbuka sosok yang dia jagokan untuk menggantikan Nova Iriansyah selama kurang lebih 2 tahun ke depan.

“Yang terpenting menurut Wali Nanggroe PJ Gubernur orangnya harus paham Aceh dan lebih sayang atau simpati kepada Aceh,” harapnya.

Bukan seperti Doto Zaini yang kelihatan mendekte pusat dan kurang bijak, padahal ia sudah pernah memimpin sendiri Aceh selama lima (5) tahun, bahkan kembali maju setelah itu, tapi ditolak rakyat dan kalah.

Ojo Kesusu Abu (jangan tergesa-gesa) Abu Doto, ujar Tarmizi Age akrab disapa AL Mukarram warga Aceh di Jakarta, mengingatkan.

Untuk urusan PJ Gubernur biarlah siapa yang di tunjuk bapak Presiden atau pusat, tugas kita menerima saja denga baik Abu, agar semua urusan Aceh kedepan lebih mudah terkonek.

Maka untuk itu, Kami doakan agar Abu Doto sihat selalu, dan Abu jaga kesihatannya, biarlah Pj Gubernur Aceh itu urusan pusat, Abu juga sudah duduk 5 tahun dulu, tapi toh MoU Helsinki aja tidak Abu bereskan semua saat itu.

Mantan aktivis Aceh di Denmark tersebut juga menambahkan, Waktu lima tahun Abu memimpin Aceh itu rasanya lama, harus nya sebagai Ek Swedia Abu bisa bangun Aceh kayak Sweden tempat di mana Abu tinggal lama, sebutnya.

Semoga Abu bisa istirahat secukupnya, dan biarlah Abu jadi orang tua pemersatu, dan tidak lagi main nunjuk-nunjuk, si “polan” yang tepat dan mungkin si “polen” tidak tepat, pungkas AL Mukarram menutup pembicaraannya.

Reporter Saif Aceh

Print Friendly, Pdf & Email