Walikota Aaf dan Forkopimda Monitoring ke Sejumlah Gereja Di Kota Pekalongan

Liputan4.com 25/12/2022
Kota Pekalongan – Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, beserta Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Wahyu Rohadi, Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Inf Rizky Aditya, Sekretaris Daerah, Hj Sri Ruminingsih, para kepala OPD melakukan monitoring pengamanan dan persiapan pelaksanaan ibadah Natal Tahun 2022 ke sejumlah gereja, salah satunya Gereja Santo Petrus Pekalongan, Sabtu siang (24/12/2022).


Walikota Aaf, sapaan akrabnya menyampaikan bahwa, sebelum monitoring ke gereja, dirinya sudah melakukan pemantauan pos pengamanan dan pengecekan sejumlah personel pengamanan Operasi Lilin Candi 2022 di Pospam Exit Tol Setono. Dalam pantauan kesiapan jelang Nataru ini, menurutnya semuanya berjalan kondusif, dimana lonjakan arus lalu lintas yang menyebabkan kemacetan parah tidak terjadi.

“Walaupun ramai masih lancar, termasuk pengamanan untuk Saudara-Saudara kita yang merayakan Natal, Alhamdulillah untuk koordinasi sudah oke, tinggal pelaksanaan tadi ada himbauan dari Kapolri bahwa, ketika pelaksanakan ibadah Natal berlangsung, semua pagar atau pintu ditutup untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

KULIAH GRATIS BEASISWA

Ditegaskan Aaf, bahwa selama ini Kota Pekalongan dalam kondisi kondusif, dan semua unsur masyarakat seperti Pemkot, Kemenag, FKUB, TNI, Polri, ikut meninjau dan saling mendukung kelancaraan ibadah Natal bagi masyarakat Kota Pekalongan yang merayakannya.

“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar, tertib, aman. Semua unsur saling mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah Natal bagi Saudara-Saudara kita yang merayakannya,” tuturnya.

Sementara itu, Romo Paroki Gereja Santo Petrus Pekalongan, Romo Yohannes Suratman menjelaskan, di Gereja Santo Petrus sendiri, pelaksanaan misa Natal dilaksanakan pada Sabtu sore (24/12) pukul 18.00 WIB (6 sore) dan 21.00 (9 malam), serta besok pagi (25/12) pukul 07.00 WIB dan 17.00 (5 sore).

“Gereja ini menampung sekitar 600an orang di dalam, lalu kami menambah aula di lantai sebelah, lantai 2, dan 3 sekitar 200an orang, sehingga total kurang 1000 orang jemaat kapasitasnya,” kata Romo Yohannes.

Romo Yohannes menyebutkan, persiapan pengamanan gereja sudah terus dilakukan pengecekan oleh personel gabungan, dari internal jajaran pengelola gereja sudah siap melakukan persiapan mulai dari hiasan-hiasan ornamen Natal, liturkis, petugas, dan sebagainya.

“Di kami ada dua perayaan hari besar yakni Perayaan Natal dan Paskah. Sehingga, Natal ini sudah kami persiapkan jauh-jauh hari kurang lebih sejak 1 bulan lalu dari mulai persiapan jemaat, mengadakan doa, pendalaman doa, berbagi sosial berupa sembako. Dalam perayaan Natal ini, kami merayakan dengan suka cita kepada orang-orang sekitar,” pungkasnya.