Sinergi dan Kolaborasi Antar Daerah Jadi Kunci Keberhasilan Pasca Pandemi,Bangkitkan Ekonomi Aglomerasi

Sinergi Dan Kolaborasi Antar Daerah Jadi Kunci Keberhasilan Pasca Pandemi,Bangkitkan Ekonomi Aglomerasi

Liputan4.com 21/09/2022
Kota Pekalongan –
Pandemi Covid-19 memukul hampir semua sektor dan sub sektor kehidupan, terutama sektor perekonomian masyarakat. Tak sedikit pelaku usaha dan pariwisata yang ‘tiarap’ imbas pandemi Covid-19 yang dua tahun melanda Indonesia, bahkan dunia. Untuk bangkit di tengah pandemi Covid-19, suatu daerah tak mungkin berdiri sendiri. Dibutuhkan kolaborasi, bergandengan tangan untuk saling menguatkan dengan daerah disekitarnya. Hal ini ditekankan oleh Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid dalam kegiatan Dialog 4 Kepala Daerah untuk Bergerak Bersama Pasca Pandemi dengan tema “Pariwisata menjadi Pengungkit Pergerakan Ekonomi Era Aglomerasi”, yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Batang, berlangsung di Pendopo Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (20/9/2022). Dalam kegiatan tersebut, selain Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, turut hadir pula Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, dan Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki yang bersama-sama berkomitmen untuk bergerak bersama Pasca Pandemi Covid-19 ini melandai.

“Situasi yang semakin pelik manakala bangsa Indonesia dilanda wabah Covid-19, tidak lantas membuat para kepala daerah menyerah dan pasrah. Justru, kondisi yang ada dapat memantik dan memacu spirit kepala daerah untuk berbuat yang terbaik dalam upaya pertumbuhan dan penguatan ekonomi, ” ucap Aaf, sapaan akrabnya.


Aaf menegaskan, sinergi dan kolaborasi antar daerah menjadi kunci keberhasilan bangkit pasca pandemi. Menurutnya, bagaimana daerah ini bisa saling bersinergi dan suatu daerah tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus berkolaborasi dan saling mengisi dengan daerah sekitarnya.

“Seperti di Kota Pekalongan, dengan daerah tetangga ada Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang. Kita harus saling mengisi satu sama lain, karena stasiun besar ada di Kota Pekalongan, hotel-hotel berbintang juga sudah ada di Kota Pekalongan, begitupula sentra batik terbesar ada di Kota Pekalongan. Sementara, saat ini Kabupaten Batang saat ini tengah dikembangkan Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT-B), sejumlah obyek wisata pantai dan curug yang tumbuh pesat, begitula dengan Kabupaten Pekalongan. Tinggal bagaimana kita saling mengisi,” ujar Aaf.

Lanjutnya, mal-mal juga sudah berkembang pesat di Kota Pekalongan, bahkan tak jarang masyarakat Kota Pekalongan juga berwisata ke daerah Batang dan Kabupaten Pekalongan. Begitupun sebaliknya, warga Batang dan Kabupaten Pekalongan juga berbelanja di mall dan kulineran ke Kota Pekalongan. Tamu-tamu kehormatan dan pengunjung yang datang ke Batang dan Kabupaten Pekalongan juga menginap di Kota Pekalongan.

“Intinya, kita harus saling mengisi dan jangan bersaing. Kita wajib berkolaborasi bersama sebagai kunci keberhasilan melawan dampak pasca pandemi Covid-19 ini. Jangan malu untuk belajar dan study banding ke daerah lain. Sebab, pasti ada potensi lain yang bisa kita gali dan kita bisa Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) menjadi hal terpenting. Dengan potensi keunggulan dan kelemahan daerah masing-masing, berkolaborasi bersama ini bisa menjadi upaya survive (bertahan) dan bangkit melawan dampak pasca pandemi Covid-19 kemarin,” terangnya.

Sementara itu, Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki menjelaskan bahwa, tema yang diusung dalam kegiatan dialog ini adalah Pariwisata menjadi Pengungkit Pergerakan Ekonomi Era Aglomerasi. Dimana, setiap daerah pasti memiliki banyak potensinya masing-masing yang harus dikembangkan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri dalam pengembangan dan pembangunan suatu daerah. Melainkan, kita harus kerjasama dan kolaborasi dengan daerah lain, terutama daerah-daerah sekitar untuk lebih memaksimalkan potensi daerah yang kuta miliki, baik dari segi sarpras, SDM, dan lain-lain,” tutur Lani.

Lebih lanjut, Lani menyampaikan, kerjasama dan kolaborasi menjadi hal penting bagi suatu daerah. Dimana, semakin banyak berkolaborasi dengan daerah-daerah lain, maka akan semakin banyak pula manfaat yang didapatkan oleh suatu daerah tersebut untuk masyarakat baik masyarakat daerah sendiri maupun masyarakat daerah sekitar/daerah tetangga.

“Dari sisi ekonomi, sosial, dan lainnya bisa bersama-sama menerima manfaat daerah kita dan daerah sekitar. Intinya seperti itu aglomerasi tersebut,” tandasnya.