x
IPemda-Pulau-Taliabu-Idul-Adha-2024

Puluhan Siswa SMAN 9 Manado, Ikuti Workshop Jurnalistik Yang Digelar JPS

waktu baca 5 menit
Selasa, 12 Sep 2023 12:03 0 282 KUSWANDI

LIPUTAN4.COM, MANADO – Puluhan siswa SMAN 9 Manado, mengikuti Workshop Jurnalistik yang digelar oleh Jurnalis Pendidikan Sulut (JPS).

Selain mempelajari teori jurnalistik, para siswa juga berlatih keterampilan wawancara dan menulis berita pendek, pada Jum’at (08/09/2023).

Kegiatan Workshop Jurnalistik Siswa yang digelar di Ruang Multimedia ini dibuka langsung oleh Kepala SMAN 9 Manado Drs. Meidy Tungkagi M.Si.

Dalam sambutannya, Tungkagi mengatakan pengetahuan dan keterampilan dasar terkait jurnalistik dan menangkal berita hoaks penting untuk dimiliki oleh para siswa.

“Ini untuk meningkatkan kemampuan menulis, menganalisa informasi, serta bisa membedakan informasi yang benar dan tidak benar,” kata dia.

Materi pertama terkait pengantar pers dan jurnalistik disampaikan oleh Ketua JPS Julkifly Madina. Dia menjelaskan tentang sejarah perkembangan pers sejak zaman Mesir kuno, Romawi, hingga zaman modern.

“Pers modern muncul setelah ditemukan mesin cetak oleh Johanes Gutenberg tahun 1450. Pria yang tinggal di tepi Sungai Rhein Kota Mainz Jerman, merintis pembuatan mesin cetak,” ujar Julkifli Madina yang juga pemred Infosulut.id.

Pada kesempatan itu juga, dia membahas tentang pengertian pers sebagaimana diatur dalam Pasal 1 UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Pada prinsipnya, seorang jurnalis melakukan kegiatan jurnalistik yang menyangkut 6M yakni meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi.

“Fungsi pers adalah memberikan informasi, mengedukasi, hiburan, dan kontrol sosial,” terang Kifly.

Julkifli Madina mengungkapkan, surat kabar pertama yang terbit secara teratur di Eropa di mulai di Jerman tahun 1609 bernama Aviso di Wolfenbuttel dan Relation di Strasbourg. Kemudian pada 1650 terbit surat kabar harian pertama, Einkommende Zeitung di Leipzig Jerman.

“Kalau di Indonesia atau yang zaman Belanda disebut Hindia Belanda, surat kabar pertama berbahasa Belanda yang terbit adalah Bataviasche Nouvelles di tahun 1744-1746. Ini adalah terbitan pertama di Batavia,” paparnya.

Setelah memaparkan terkait sejarah pers, dia kemudian mengulas tentang pengertian asal usul kata wartawan, jurnalis, dan reporter. Juga bagaimana wartawan menjalankan tugasnya.

“Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik, ini diatur dalam pasal 1, ayat 4 UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers,” ujarnya.

Tekait dengan kerja-kerja jurnalistik, dia mengatakan, para prinsipnya wartawan mengerjakan apa yang disebut sebagai 6M. Dalam menjalankan tugasnya, wartawan berpedoman pada UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

“Wartawan, jurnalis, atau reporter pada prinsipnya melakukan 6 M yakni mencari, memperoleh, memiliki,menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui media massa,” jelas Julkifli.

Sementara itu, materi kedua dipaparkan oleh Pemred DetikManado.com Yoseph E Ikanubun terkait dengan mengidentifikasi dan menangkal hoaks.

“Hoaks adalah informasi bohong. Ada berbagai jenis hoaks, karena itu penting bagi kita mengidentifikasi sekaligus menangkal hoaks,” papar Yoseph E Ikanubun yang juga Ahli Pers dari Dewan Pers ini.

Dia juga menambahkan, bahwa ada beragam hoaks berupa misinformasi dan disinformasi yang berkembang dan menyebar sehari-hari. Untuk itu, perlu mengenali beragam mis dan disinformasi tersebut.

“Misinformasi adalah informasi yang salah, namun orang yang membagikannya percaya itu benar. Sedangkan disinformasi adalah informasi yang salah dan orang yang membagikannya tahu itu salah. Ini jelas disengaja,” ujar Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Manado Periode 2012-2015 dan 2015-2018 ini.

Dia kemudian memaparkan disertai beragam contoh jenis-jenis misinformasi dan disinformasi yakni satire, konten menyesatkan, konten asli tapi palsu, konten pabrikasi, konten tidak terkait, konten dengan konteks yang salah, serta konten manipulatif.

“Untuk itu, kita perlu mencermati baik-baik konten-konten yang beredar, jangan kita langsung membagikan karena bisa dikategorikan sebagai penyebar hoaks,” ungkap Ketua Majelis Etik AJI Manado Periode 2018-2021 dan 2021-2024 ini.

Dalam kesempatan itu, Yoseph E Ikanubun juga memaparkan tentang penyebab munculnya hoaks yang beredar di masyarakat. Dia menyebut, sedikitnya ada 7 alasan beredarnya misinformasi dan disinformasi.

“Penyebabnya adalah jurnalisme yang lemah, buat lucu-lucuan, sengaja membuat provokasi, partisanship, cari duit melalui clickbait – iklan, gerakan politik, dan propaganda,” ujar Penguji Kompetensi Jurnalis dari AJI Indonesia ini.

Setelah memberi penjelasan terkait beragam mis dan disinformasi, para peserta kemudian diberi beberapa tips untuk bagaimana menangkal hoaks yang beredar.

Mereka juga diberi pemahaman terkait ancaman hukum bagi penyebar hoaks.

“Ada ancaman hukuman seperti diatur dalam UU ITE, sehingga kita harus berhati-hati dan bijak dalam menerima dan mengelola informasi yang diperoleh,” ujarnya.

Setelah dua sesi pertama yang lebih mengarah ke teori dan pengetahuan dasar serta kesadaran etiika, materi ketiga dan keempat menuntun dan melatih ketrampilan siswa.

Dalam kesempatan yang sama, kontributor TV Berita Satu Mikael Labaro tampil di sesi ketiga memaparkan tentang tekhnik reportase dan wawancara.

Dia menjelaskan tentang definisi reportase dan wawancara. Setelah itu dilakukan simulasi wawancara terkait program kerja OSIS.

Ketua OSIS SMAN 9, Binsus Manado Geraldy Pangemanan bersama dua pengurus lainnya diwawancarai oleh sejumlah peserta.

“Wawancara ini hal penting dalam kerja jurnalistik, ini salah satu cara dalam mencari dan memperoleh informasi,” ujar Mikael Labaro.

Para siswa kemudian menuliskan hasil wawancara ini dalam sebuah berita. Sebelum itu, mereka dibekali dengan materi tentang tekhnik menulis berita yang disampaikan oleh Yoseph E Ikanubun.

“Berita ini adalah fakta. Menulis berita itu harus memperhatikan struktur, nilai, dan unsur berita,” tuturnya.

Ikanubun juga memaparkan terkait bagaimana menentukan judul, lalu menulis lead atau teras berita sederhana hingga menyusun kerangka berita yang mudah dicerna dengan menggunakan rumus 5W dan 1H yang merupakan unsur berita.

“Penting menempatkan rumus What, Who, When, Why, Where, dan How atau Apa, Siapa, Kapan, Mengapa, Di mana, dan Bagaimana dalam sebuah berita,” tandasnya.

Diakhir kegiatan pelatihan jurnalistik siswa, para siswa diberikan kesempatan untuk menulis berita serta mempresentasikan di depan forum.

Beberapa berita yang dinilai terbaik oleh para narasumber, diunggah di media online. (Fad)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Forum-Koordinasi-Pulau-Taliabu-Idul-Adha-2024
TP-PKK-Pulau-Taliabu-Idul-Adha-2024
Diskominfo-Pulau-Taliabu-Idul-Adha-2024
Idul Adha BPKAD 2024
Pencegahan Stunting
ROKOK ILEGAL
AKU PACAK
Stik Famika Makassar
LAINNYA
x
x