x

Menyoroti Sisi Lain Dari Kemeriahan Perayaan HUT Kemerdekaan RI Ke-78 Tingkat Kecamatan Cicalengka

waktu baca 2 menit
Kamis, 17 Agu 2023 19:35 0 2012 KUSWANDI

LIPUTAN4.COM, BANDUNGPeringatan HUT Kemerdekaan RI ke-78 tingkat Kecamatan Cicalengka di lapangan Alun-alun Cicalengka, pada Kamis (17/08/2023) berjalan dengan khidmat dan semarak. Acara diawali dengan upacara pengibaran bendera merah putih, dimana Camat Cicalengka, Cucu Hidayat, bertindak sebagai inspektur upacara.

Pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-78 tersebut, diisi juga dengan pemberian hadiah secara simbolis kepada para pemenang berbagai lomba yang telah diselenggarakan beberapa hari sebelumnya.

Hanya sangat disayangkan, ketika pembacaan amanat Bupati Bandung yang disampaikan Camat Cicalengka, kualitas suara sound system tidak bagus, sehingga kurang jelas didengar baik oleh peserta maupun warga masyarakat yang hadir pada saat upacara berlangsung.

Ket : Forkopimcam Cicalengka dan para tamu undangan, pada saat upacara pengibaran bendera merah putih, Kamis (17/08).

Hal ini banyak disampaikan warga masyarakat yang hadir pada saat itu, salah satunya DD (45). ” Saya kurang mendengar apa yang disampaikan dalam amanat Bapak Bupati Bandung yang dibacakan Camat Cicalengka, karena suaranya terdengar grebek sehingga tidak jelas didengarnya, ” ujarnya.

Hal senada disampaikan juga oleh AB (50). Beliau menyampaikan, karena mungkin sound systemnya, pada saat pembacaan amanat Bupati Bandung oleh Camat Cicalengka suaranya tidak jelas terdengar, sehingga tidak tahu apa yang disampaikannya.

Disamping itu juga, warga banyak menyoroti terkait piala yang diterima dan kepanitiaan PHBN yang terkesan tidak jelas.

” Ini perlombaan tingkat kecamatan, kami meraih juara dua lomba senam bedas, tetapi hanya mendapatkan piala seperti ini saja, ” ucap perwakilan tim pemenang juara dua senam bedas.

Lanjutnya, seharusnya hadiah piala itu disertai minimal piagam atau sertifikatnya, sehingga prestasi kami merasa di apresiasi, diakui, dan mempunyai semacam legalitas tertulisnya.

Masih kata beliau, jauh-jauh mendapatkan uang kadeudeuh, piagam/sertifikat saja yang murah biaya pembuatannya, panitia tidak mampu membuatnya.

Terkait kepanitiaan PHBN yang tidak jelas, juga mendapatkan sorotan dari berbagai lembaga Ormas yang merasa di libatkan di kepanitiaan.

” Saya merasa bingung, keberadaan disini itu buat apa, sedangkan kami tidak dilibatkan secara langsung pada kegiatan karnaval hari ini, ” ucap salah satu perwakilan Ormas dengan nada heran.

Padahal, kata dia, kami jelas diundang dan merupakan organisasi resmi pemerintah, tetapi fungsi kami disini sebagai apa, karena tidak ada sama sekali ajakan dari panitia yang melibatkan kami.

Sehingga kami melihat, memang kegiatan karnaval berjalan ramai dan meriah, tetapi makna yang ingin disampaikannya tidak ada, karena tidak ada kejelasan dari tema karnaval tersebut, ” tegasnya.

” Saya berharap, semua ini menjadi bahan evaluasi untuk panitia ke depannya, agar bisa lebih profesional dan lebih baik lagi, ” pungkasnya.

Penulis : Kuswandi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stik Famika Makassar
LAINNYA
x
x