AGAM, Liputan4.com – Kebakaran melanda Jorong Sungai Rotan, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Jumat (21/8/2026) pukul 23.15 WIB.
Empat rumah warga hangus terbakar dalam insiden ini, terdiri dari satu rumah permanen dan tiga rumah kayu.
Kobaran api terlihat jelas dari kawasan Pasia hingga memicu kepanikan warga yang berhamburan ke lokasi kejadian.
Warga sekitar berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya sebelum armada pemadam kebakaran tiba di tempat.
Petugas sempat mengalami kesulitan mengakses lokasi karena deretan rumah saling berdempetan dan berada di gang sempit.
Sebanyak enam unit armada pemadam dikerahkan, terdiri dari tiga unit Kabupaten Agam, dua Bukittinggi, dan satu Padang Panjang.
Walinagari Batu Taba, Rahmad Hidayat, membenarkan bahwa laporan kebakaran dari masyarakat masuk sekitar pukul 23.15 WIB.
“Kami kemudian berupaya memanggil Damkar Biaro,” ujar Rahmad Hidayat saat memberikan keterangan resmi di lokasi kejadian.
Rahmad menambahkan bahwa prioritas utama pemerintah nagari saat ini adalah menjamin keselamatan dan seluruh kebutuhan pokok korban.
“Kami fokus mendata kebutuhan mendesak dan memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan tempat penampungan yang layak,” tambah Rahmad.
Pemerintah nagari bersama masyarakat bergerak cepat menyelamatkan barang berharga milik korban serta bergotong royong memadamkan api.
Saksi mata menyebut api berasal dari area dapur salah satu rumah kayu di belakang bangunan rumah permanen.
Saksi langsung menyelamatkan seorang lansia yang sedang sakit, Eni (76), keluar dari dalam area bangunan terbakar.
Api merambat cepat ke bangunan rumah bagian depan serta belakang hingga menghanguskan seluruh isi empat unit rumah.
Pemerintah mengevakuasi para korban ke masjid terdekat dan kediaman sanak keluarga untuk menjamin keselamatan mereka.
Camat Ampek Angkek bersama Pemerintah Nagari Batu Taba hadir langsung mendampingi warga untuk menenangkan para korban.
Pemerintah daerah menyalurkan bantuan darurat berupa selimut, pakaian layak, serta perlengkapan untuk balita berusia dua tahun.
Petugas kepolisian bersama pihak terkait masih mendata total kerugian material serta menyelidiki penyebab pasti pemicu kebakaran.(Erik)












