x

Ir, Hj.Sri Meliyana Mulai Saat Ini Laki-laki Musti Berperan dalam Pencegahan Stunting

waktu baca 2 menit
Jumat, 4 Agu 2023 19:14 0 619 NOVA

Lahat – Penurunan stunting melalui program KB juga harus diambil peranannya oleh kaum laki-laki. Hal ini diungkapkan langsung oleh Sri Meliyana saat menyambangi Warga Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat yang dipusatkan di Balai Pertemuan Desa Tanjung Raye. Jumat (04/08/2023).

“Jadi jangan lagi beranggapan KB hanya urusan perempuan. Karena saat ini KB merupakan singkatan dari Keluarga Berkualitas makanya tugasnya semakin banyak. Maka pihak pria harus turut berperan,” ungkap perempuan asal Kabupaten Lahat yang merupakan anggota Komisi IX DPR-RI fraksi Partai Gerindra tersebut.

Sri Meliyana menjelaskan pula, bahwasanya pemahaman terkait Keluarga Berkualitas sebagai program penurunan stunting sudah musti dimulai sejak masa pra-nikah.

“Pencegahan Stunting dimulai sejak hari pertama kehidupan hingga 1000 hari pertama kehidupan atau sejak hari pertama hamil hingga usia 2 tahun. Terjadinya stunting karena kurangnya ilmu atau pemahaman terkait pencegahan stunting. Dari itu hari ini kami mengajak pihak BKKBN. Jadi pihak BKKBN memiliki rumus pernikahan 21 & 25. Artinya 21 tahun untuk perempuan, karena ukuran rahim sudah besar dan dalam kondisi sehat.

Usia 25 bagi laki-laki, karena sudah biasa bekerja, siap mental, dan siap bertanggung jawab. Hal ini untuk menghindari pemicu keributan dalam rumah tangga yang juga bisa menjadi pemicu terjadinya stunting,” lanjutnya menjelaskan.

Dari itu, Sri Meliyana yang terpilih dari dapil Sumsel 2 dan meliputi 11 Kabupaten/Kota ini mengimbau para peserta yang hadir untuk senantiasa berkasih sayang kepada pasangan, khususnya di masa kehamilan.

“Berkasih sayang semasa kehamilan juga meminimalisir stres fikiran yang dapat berdampak pada stunting. Dari itu kasih sayang menjadi kunci agar bayi tumbuh sehat dan sesuai harapan,” ucapnya.

Melalui forum ini juga, Sri Meliyana menegaskan agar masyarakat tidak alergi atau takut untuk ber-KB.

“KB tidak melarang kehamilan, tetapi mengatur jarak kelahiran. Agar orang tua tetap bisa fokus memenuhi kebutuhan gizi bayi dan ibunya,” pungkasnya.

Kegiatan yang dihadiri ratusan masyarakat Kecamatan Pseksu ini turut diedukasi oleh pemateri Medi Haryanto selaku perwakilan dari BKKBN Provinsi Sumsel dengan didampingi perwakilan BKKBN Kabupaten Lahat. Selain itu, kegiatan berlangsung semakin menarik dengan diketengahkannya sesi tanya jawab dan pembagian hadiah doorprize.

Bupati Konawe

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ROKOK ILEGAL
AKU PACAK
HARI KARTINI
ULTAH PULAU TALIABU
Stik Famika Makassar
LAINNYA
x
x