x
IPemda-Pulau-Taliabu-Idul-Adha-2024
Forum-Koordinasi-Pulau-Taliabu-Idul-Adha-2024

Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahap I, Sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Stunting Di HSS

waktu baca 2 menit
Rabu, 22 Mei 2024 14:21 0 46 G. IRAWAN

KANDANGAN – LIPUTAN 4.COM. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kab.HSS, menggelar pertemuan Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahap I, bertempat di Aula Dinas setempat, Rabu (22/05/24).

Dalam kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Pejabat (Pj) Bupati HSS, H. Hermansyah serta dihadiri oleh kepala OPD terkait, para Camat, Kepala Puskesmas dan Tim Teknis Percepatan Penurunan Stunting Kab. HSS.

Pada kesempatan tersebut, Pj. Bupati HSS, H Hermansyah mengatakan, stunting ini termasuk urusan kesehatan yang esensial dan berdampak jangka panjang bagi generasi masa depan negara dan daerah,” Ucapnya.

Maka untuk penanganannya juga perlu melibatkan banyak pihak dan banyak aspek secara berkelanjutan, seperti aspek kesehatan, aspek keluarga, maupun aspek perilaku,” ujarnya.

“Artinya intervensi terhadap percepatan penurunan angka stunting perlu dilakukan dengan intervensi spesifik dan terpadu dari semua stakeholder yang ada di daerah ini” tegas Pj. Bupati HSS, H Hermansyah.

Pj. Bupati HSS mengingatkan, bahwa target nasional sampai tahun 2024 adalah mampu menurunkan prevalensi stunting sebesar 14%, sedangkan target Kab.HSS adalah sebesar 14% untuk tahun 2024,” jelasnya.

“Ini sebuah angka capaian yang cukup besar, namun sangat realistis jika dikerjakan dengan kerjasama, oleh karenanya dalam setiap kesempatan selalu saya tegaskan, saya tidak mau ada yang mencoba untuk melempar tanggung jawab, karena penanganan stunting tanggung jawab kita bersama, bukan tanggung jawab salah satu dinas saja,” tegasnya.

Pj.Bupati HSS juga mengajak semua pihak untuk lebih serius serta lebih berkomitmen lagi dalam percepatan penurunan angka stunting, melalui kerja cerdas, kerja inovatif, dan kerja yang berteknologis, serta kerja yang agamis, dengan membangun sinergi, kolaborasi dan akselerasi bersama masyarakat, swasta, organisasi non pemerintah, dunia usaha, dunia kerja, serta pihak-pihak lainnya,” terangnya.

“karena tanpa adanya komitmen dan sinergi yang kuat, serta cepat untuk menyelamatkan generasi bangsa ini dari ancaman stunting, maka gerakan kita hari ini pastinya akan sia-sia saja, dan dapat dipastikan kegiatan kita hanya sebatas semboyan tapi miskin dengan gerakan,” pungkasnya (Liputan 4.Com).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TP-PKK-Pulau-Taliabu-Idul-Adha-2024
Diskominfo-Pulau-Taliabu-Idul-Adha-2024
Idul Adha BPKAD 2024
Pencegahan Stunting
ROKOK ILEGAL
AKU PACAK
Stik Famika Makassar
LAINNYA
x
x