x

BBWS Terus Berupaya Dalam Penanganan Banjir Rob Di Kelurahan Bandengan Kota Pekalongan

waktu baca 2 menit
Jumat, 9 Feb 2024 01:09 0 278 REDAKSI JATENG

Liputan4.com Jateng 8/2/2024
Kota Pekalongan
Tanggul raksasa yang dibangun pada Tahun 2018 silam, Tanggul raksasa yang terletak di kelurahan bandengan dan panjang baru kini sudah tidak mampu menahan air rob dan curahan air hujan yang terjadi di pesisir pantai utara Kota Pekalongan, pada tahun kemarin tanggul raksasa sepanjang 6 km sempat jebol di 6 titik. Kejadian Jebolnya tanggul tersebut menjadi perhatian DPRD Kota Pekalongan dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk melanjutkan pemeliharaan dan peninggian pada tanggul agar tidak terjadinya limpasan air dan jebol kembali.

 

Seperti yang diungkapkan oleh Agus perwakilan dari BBWS kepada liputan4 di ruangannya pada 31 Januari bahwa pihaknya masih terus berupaya untuk melakukan pemeliharaan yaitu peninggian tanggul Untuk tanggul lama pabean sekitar 1.6 meter, di mulai dari ketinggian tanggul lama di urug sirtu 50 cm dan nanti adanya parapet yang lebih tinggi 110 meteran, serta untuk area disekeliling rumah pompa kita blokir semua biar air rob tidak bisa melimpas, dalam pemblokiran kita dengan parapet gunanya pemblokiran dikarenakan untuk sekarang ini rumah pompa masih terendam air rob, dalam pengerjaan nya aturanya Bulan April 2024 harus selesai. Ungkap agus

Serta agus juga menambahkan terkait kapasitas pompa yang sudah ada di rumah pompa pabean adalah 2000 di kali 2 per detik atau 2000 kibik perdetik, serta apabila adanya musim penghujan seperti sekarang ini semua mesin yang ada di rumah pompa di nyalakan semua, serta agus juga memberikan keterangan rencana usulan yang dari tahun kemarin untuk tanggul yang berada di desa jeruk sari yaitu di sungai bremi widuri yang sering jebol seperti bulan kemarin lalu jebol lagi, pihaknya berencana akan memakai siteple untuk benteng tanggul serta nanti di muara akan di bendung dan melanjutkan pembikinan rumah pompa, dan rencana untuk pompa tersebut menggunakan dengan memakai listrik dan solar, apabila listrik mati kita bisa mengaktifkan lewat Jenset guna pompa biar bisa menyala untuk membuang air ke laut, dalam infrastruktur rumah pompa dan tutup muara tersebut dirinya masih tetep menggunakan adanya pintu air namun pintu air tersebut secara otomatis, keterangan Agus

Google News

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x