Jeneponto,Liputan4.com– Penyakit mematikan menjangkiti salah satu warga Dusun Bontotene Desa Arpal, kec Arungkeke, Jeneponto.
Berdasarkan informasi tim Jaringan pendamping kebijakan pembangunan (DPD-JPKP) wilayah Jeneponto Anto dan Robilnur, bahwa Ramlah sudah lebih tiga tahun lamanya menderita sakit luka yang tak kunjung sembuh di payudaranya yang sebelah kanan. Kamis/20/06/24.
Melalui tim JPKP diketahui Ramlah sudah 3 tahun terakhir menderita kanker payudara dan tidak mampu lagi berobat, kondisi Ramlah diperparah keadaan ekonomi keluarga. Ayahnya sudah meninggal dan Ia hanya tinggal bersama ibunya yang sedang berusia senja dalam keadaan buta.
” Kondisi ekonomi Ramlah yang tidak mampu sehingga Ramlah tidak pergi berobat kerumah sakit, Ramlah mempunyai kartu KIS namun belum sempat kami cek keaktifannya dan menurut paman Ramlah bahwa walupun ramlah punya Kartu Kis Biaya keseharian selama pengobatan yang menjadi masalah, Bapaknya (Ramlah) sudah meninggal dan Ramlah tinggal Bersama ibunya yang sudah lanjut usia yang mana mata ibunya saat Ini pun sudah tidak normal lagi,” ujar Anto.
Untuk biaya keseharian Ramlah kini cuma mengharap pemberian dari saudaranya Serta keluarga yang selama ini tidak sepenuhnya bisa menopang semua kebutuhannya.
“Insya Allah Setelah Berkas Ramlah Besok Rampung, Kordinasi Dengan Pemda Akan Di Lakukan Dan Kami Berharap Kepada Pj Bupati Kabupaten Jeneponto Bisa Segera Menindak Lanjuti Hal Ini,”tutup Anto.
Sementara itu pihak pemerintah daerah (Pemda) Jeneponto melalui kepala dinas kesehatan Ibu Syusanti mengaku turut prihatin dengan kondisi Ramlah, usai mendapat kabar, pihaknya langsung perintahkan tenaga kesehatan setempat (PKM) untuk melihat kondisi pasien.
“Sudah dikunjungi sama PKM, setelahnya akan dilakukan rujukan ke rumah sakit (RS) untuk pemeriksaan lebih lanjut,”terang kadinkes Syusanti melalui sambungan selular.
Apakah Ramlah luput dari perhatian pemerintah desa?
Dilain pihak kepala desa setempat mengaku baru mengetahui ada warganya yang sakit parah setelah viral, Kasim selaku kades Arungkeke Pallangtikang (Arpal) beralasan selama ini Ramlah dan keluarganya tertutup soal kondisinya.
“Ini (Ramlah_red) tidak pernah menyampaikan (kondisinya) dari pihak keluarganya karena selalu disembunyikan, tertutup tentang penyakitnya, kemarin saya baru tau kala sudah viral,“ujar kades Arpal melalui pesan whatsup.
“Kalau dia pernah sampaikan kepada pihak pemdes tidak mungkin tidak diperhatikan, hanya kadang warga malu atau mungkin dari pihak keluarganya yang tidak konfirmasi,”lanjut Kades.
Namun walau demikian selaku pemdes, Muhammad Kasim tetap tindaklanjuti warganya yang sakit ke pihak terkait termasuk kelengkapan administrasi ke fasilitas kesehatan.
“Sudah kami hubungi sekretaris dinsos, cek KIS-nya aktif atau tidak supaya dievakuasi ke rumah sakit (RS)“,tutup Kades.












