x
IPemda-Pulau-Taliabu-Idul-Adha-2024

Tanggapi Viralnya Dugaan Kecurangan PPDB SMAN/SMKN Di Jabar, Dr. Teguh M. Pd “Jangan Mencederai PPDB”.

waktu baca 3 menit
Senin, 17 Jul 2023 16:38 0 360 Biro Bekasi Kab
Liputan4.Com, Bekasi – Viralnya dugaan kecurangan PPDB 2023 yang belakangan ini yang terjadi di SMAN 2 Kota Bekasi mendapat tanggapan dari Anggota dewan pendidikan provinsi Jawa barat, Dr. Teguh Wahyudi M.Pd dalam siaran pers rilis tertulisnya, Minggu (16/7/2023) malam.
Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)  mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK Menurut Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 4864/Hk.02.03/Sekre tentang Standar Operasional Prosedur Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2023, terdapat lima jalur PPDB: (1) Jalur Afirmasi; (2) Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali/Anak Guru; (3) Jalur Prestasi; (4) Jalur Zonasi (untuk SMA); dan (5) Jalur Prioritas Terdekat (untuk SMK).
Namun sayangnya proses PPDB 2023 banyak diwarnai dengan berbagai peristiwa ke kisruhan di PPDB SMA/SMK negeri 2023 yang terjadi Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa barat. Banyaknya di temukan pada sistem zonasi.
Peristiwa itu disambut dengan aksi mahasiswa di SMAN 2 Kota, Begitupun peristiwa yang terjadi SMKN 1 Tambun Utara Kabupaten Bekasi yang viral di media sosial didemo para orang tua siswa karena anaknya tidak masuk di sekolah tersebut yang menurutnya dekat dengan tempat tinggal mereka hingga berujung penyegelan.
Salah satu kejadian ditemukan satu nama calon peserta didik baru pada dua Kartu Keluarga (KK) yang berbeda, dan di temukan pula warga asli calon peserta didik yang berdekatan dengan sekolah, tidak diterima dikarenakan banyaknya calon peserta didik dari luar yang numpang pada KK warga yang sangat dekat dengan sekolah.
“Jangan ciderai PPDB. PPDB adalah sistem yang semestinya harus bersih dari berbagai intervensi, dan kepentingan pihak-pihat tertentu yang dapat merusak kemurnian sisten PPDB tersebut,” Ucap Teguh pada kesempatan.
Teguh mengatakan, sebagai awal proses pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi calon peserta didik baru, semestinya calon peserta didik harus disuguhkan norma, kejujuran, tanggungjawab, disiplin dan siap bersaing.
“Tapi orang tua harus menerima keadaan putra putrinya, apakah diterima atau tidak tergantung pada prestasi atau pencapaiannya,” katanya.
“Dilain pihak, para pelaksana PPDB disatuan pendidikan harus mempunyai integritas dalam menjujung tinggi nilai-nilai pendidikan,” Papar Teguh.
Lanjutnya, Ia beberkan. Tidak sekedar transfer pengetahuan dan teknologi, namun pendidikan sebagai peletak dasar pada aspek sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan peserta didik serta dapat menghayati dan mengamalkan ajaran Agamanya masing – masing.
“Juga menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro aktif serta menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif, dengan lingkungan sosial dan alam. Juga dapat menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia, yang sekarang dikenal dengan Profil Pelajar Pancasila.
Bila diawal PPDB calon peserta didik sudah disuguhi perilaku yang tidak jujur dan tidak adil serta penuh kecurangan, maka hakekat tujuan pendidikan tidak akan tercapai,” tegas Ia dalam akhir kalimatnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Forum-Koordinasi-Pulau-Taliabu-Idul-Adha-2024
TP-PKK-Pulau-Taliabu-Idul-Adha-2024
Diskominfo-Pulau-Taliabu-Idul-Adha-2024
Idul Adha BPKAD 2024
Pencegahan Stunting
ROKOK ILEGAL
AKU PACAK
Stik Famika Makassar
LAINNYA
x
x