Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Seorang perempuan muda asal Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, mengaku nyaris menjadi korban tindak kejahatan begal saat melintas di Jalan Tersaba, Tanara,

×

Seorang perempuan muda asal Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, mengaku nyaris menjadi korban tindak kejahatan begal saat melintas di Jalan Tersaba, Tanara,

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

 

Kab Serang, //Liputan4.com, pada Sabtu (13/12/2025) sore. Peristiwa mencekam itu dialaminya ketika tengah mengendarai sepeda motor seorang diri sambil membonceng anaknya yang masih balita.
Korban yang meminta identitasnya dirahasiakan menuturkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, ia melaju dari arah Bojong menuju kawasan Tersaba. Tiba-tiba, dua sepeda motor yang ditumpangi empat pria tak dikenal keluar dari arah berlawanan dan langsung mengejarnya.

“Mereka mengejar dari depan dan belakang. Posisi motor saya hampir dipepet. Saya sudah sangat ketakutan,” ujar korban dalam keterangannya yang beredar di media sosial.

Korban mengaku tidak sempat merekam kejadian tersebut karena fokus menyelamatkan diri. Para pelaku disebut terus membuntuti korban, bahkan ikut berhenti ketika korban mencoba menghentikan laju kendaraannya. Saat korban kembali tancap gas, para pelaku kembali mengejar hingga berada di sisi depan motornya.

Beruntung, seorang warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan. Kehadiran warga tersebut membuat keempat pria itu langsung melarikan diri ke arah pesisir Tanara.

“Untung ada bapak-bapak yang nolongin. Setelah itu mereka kabur,” katanya.

Korban mengaku trauma atas kejadian tersebut, terlebih anaknya yang masih balita ikut mengalami ketakutan hingga saat ini. Ia pun berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta warga lain agar lebih waspada saat melintas di kawasan tersebut.

Berdasarkan ingatan korban, ciri-ciri para pelaku antara lain berjumlah empat orang, menggunakan dua sepeda motor, dengan sebagian di antaranya memiliki tato di wajah dan area mata. Namun, korban menegaskan keterangannya berdasarkan ingatan saat kondisi panik.