x

Sejarah Suku Batak Simalungun di Sumut

waktu baca 3 menit
Sabtu, 16 Sep 2023 14:59Budaya 1 389 SARIANTO DAMANIK

SIMALUNGUN merupakan sebuah kabupaten provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Suku asli Simalungun kerap dikenal dengan Batak Simalungun.

Beberapa sumber menyatakan bahwa leluhur suku ini berasal dari daerah India Selatan. Namun hal ini belum bisa dipastikan.

Mengutip laman duniapendidikan.co.id, yang dikutip dari Okezone.com, Suku Simalungun berada di antara dua kebudayaan yaitu suku Batak Toba dan suku Batak Karo.

Karena wilayah kediaman suku Batak Simalungun ini berada di antara wilayah kedua suku Batak tersebut, maka bahasa Simalungun hampir mirip dengan bahasa Toba dan Karo.

Sepanjang sejarah suku ini terbagi ke dalam beberapa kerajaan. Marga asli penduduk Simalungun adalah Damanik, dan 3 marga pendatang yaitu, Saragih, Sinaga, dan Purba. Kemudian marga-marga (nama keluarga) tersebut menjadi 4 marga besar di Simalungun.

Orang Batak menyebut suku ini dengan sebutan suku ‘Si Balungu’ yang berasal dari legenda hantu yang menimbulkan wabah penyakit di daerah tersebut, sedangkan orang Karo menyebutnya ‘Timur’ karena bertempat di sebelah timur mereka.Di dalam cakap(bahasa) Karo, “Simelungen” sendiri bermakna “si sepi, si sunyi, yang dimana terdiri dari dua suku kata, yakni “si = si, yang; dan [me-]lungun = sepi, sunyi”, jadi simalungen mengandung artian: “wilayah(daerah) yang sepi”. Hal ini dikarenakan dulunya daerah Simalungun ini masyarakatnya hidup berjauhan(tidak berkumpul) sehingga tampak sepi.
Terdapat berbagai sumber mengenai asal usul Suku Simalungun, tetapi sebagian besar menceritakan bahwa nenek moyang Suku Simalungun berasal dari luar Indonesia.
Kedatangan ini terbagi dalam 2 gelombang:

1. Gelombang pertama (Simalungun Proto)

Pada gelombang ini diperkirakan datang dari Nagore (India Selatan) dan pegunungan Assam (India Timur) di sekitar abad ke-5, menyusuri Myanmar, ke Siam dan Malaka untuk selanjutnya menyeberang ke Sumatera Timur dan mendirikan kerajaan Nagur dari raja dinasti Damanik.

2. Gelombang kedua (Simalungun Deutero)

Gelombang ini datang dari suku-suku di sekitar Simalungun yang bertetangga dengan suku asli Simalungun.

Kebiasaan dan kehidupan masyarakat Simalungun

Mata pencaharian masyarakat Simalungun adalah bercocok tanam berupa padi dan jagung. Karena padi merupakan makanan pokok masyarakat setempat dan jagung digunakan sebagai makanan tambahan apabila hasil panen padi tidak mencukupi.

Adat istiadat di Simalungun

Sistem sosial masyarakat Simalungun berbentuk Pentagon, yang dibangun oleh dua struktur utama yakni segitiga kuliner di bagian puncak serta trapesium di bagian dasar. Penyatuan kedua struktur ini memunculkan segilima, yaitu tampak depan rumah bolon Simalungun. Setiap posisi dari struktur ini memiliki peran dan status sosial.

Namun, posisi tersebut tidak bersifat statis, melainkan dinamis. Di mana struktur ini terbentuk karena faktor perkawinan yang bersifat eksogami klan, alias masyarakat ini harus menikah di luar klannya.

Untuk diketahui, Simalungun adalah nama salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara dengan pusat pemerintahan atau ibukota dari Kabupaten ini berada di Kecamatan Raya.

Penduduk Kabupaten Simalungun berdasarkan Kementerian Dalam Negeri 2021 berjumlah 1.038.120 jiwa, dengan kepadatan 237 jiwa/km².

(Sumber okezone.com)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Sarianto Damanik
    6 hari  lalu

    Bangga menjadi Indonesia

    Balas
LAINNYA
x
x