Peduli Terhadap Daerahnya, Bacabup Pultab Ini menawarkan Konsep Mengatasi Banjir kota Bobong

Peduli Terhadap Daerahnya, Bacabup Pultab Ini Menawarkan Konsep Mengatasi Banjir Kota Bobong

Konsep Teknis Penanggulangan Banjir Kota Bobong

Oleh : Ir. Burhanuddin Abdul (Bakal Calon Bupati Kabupaten Pulau Taliabu 2024-2029)


Ir. Burhanuddin Abdul (Bakal Calon Bupati Pulau Taliabu)

Draft Konsep Mengatasi Banjir Kota Bobong

A. Historical Kondisi Awal

Bobong sebagai ibukota kabupaten pulau taliabu duhulu adalah ibu kota kecamatan taliabu barat. Sisi pantai sepanjang 2 kilo meter ( KM² ) itulah area yang kering dimana terdapat 2 kapling rumah yang benar- benar berada di area kering, satu rumah menghadap ke pantai dan yang kedua menghadap ke darat dengan View rawa atau danau alami / natural. Rawa tersebut sangat banyak ikan gabus sebab tidak di konsumsi oleh masyarakat akibat melimpahnya ikan dari laut.

Berikutnya adalah lapangan terbang Perintis Bobong. Bandara itu saat ini telah berubah fungsi menjadi jalan utama yang ada tugu bundaran menuju Bobong lama / dusun fangahu. Lapangan terbang Perintis Bobong di bangun oleh PT. Taliabu Luna Timber, Pemilik HPH Pulau Taliabu. Lapangan Perintis tersebut dibuat Cukup Bagus walaupun hanya berupa timbunan pasir dan base coarse. Namun lapangan tersebut pernah di darati pesawat terbang, bahkan Menteri Perhubungan Rusmin Nuryadin pernah berkunjung ke Bobong menggunakan Pesawat dan medarat di lapangan terbang perintis tersebut.

Melihat geografis dan kontur tanah kota Bobong sebagai ibu kota kabupaten pulau taliabu. Kota Kecamatan bobong sebagian besar adalah Rawa lebih dari 60% Setelah menjadi daerah Otonomi baru. Otomatis kota Bobong segera berbenah diri baik infrastruktur jalan, gedung kantor pemerintah dan Pemukiman masyarakat. Bobong menjadi magnet bisnis jasa, perdagangan, perikanan dan kepegawaian. Jika luwuk terkenal dengan kota berair Maka Bobong terkenal dengan kota Berawa, mungkin demikian.

Pemerintah Daerah dalam mengelola daerah tentu sudah di lengkapi dengan Anggaran DAU dan DAK. Jadi, hemat saya hal utama yg harus di siapkan adalah membuat master plane secara
keseluruhan termasuk Kota Bobong.
Meliputi Rencana Umum Tata Ruang Wilayah (RUTRW) dan Rencana Umum Tata Kota (RUTK).

Rencana Tata ruang adalah Peta dan kompas sebagai rujukan yang dipakai dalam pelaksanaan pembangunan. RUTRW & RUTK harus di setujui oleh DPRD sebelum di Jadikan pedoman Pelaksanaan Pembangunan. ( Tentu dalam Blok Plan Rencana sudah di rencakan dimana zona Kantor, dimana zona bisnis & comersial dan dimana zona pendidikan dimana zona Galian C dan lain lain sudah direncanakan oleh Tim ahli dengan Basic Pendidikan Teknik Planologi.

Kembali ke Bobong sebagai kota Rawa
Secara history bobong adalah kota rawa, dalam membangun infrastruktur kabupaten pulau taliabu berupa Kantor Pemerintah Daerah dan Pemukiman, maka yang paling mudah adalah buat di area rawa dengan cara menimbun rawa baik untuk kebutuhan Kantor maupun untuk Pemukiman penduduk dan ini sudah berjalan.

Pada prinsipnya air akan bergerak secara gravitasi dari elevasi yang lebih tinggi ke elevasi yang lebih rendah.
Tanah/Lumpur di bawah rawa adalah tanah yg sudah jenuh/Penuh dengan air, artinya air sudah tidak bisa menyerap ke dalam tanah, yang terjadi adalah hanya sebagai limpasan air menuju mulut air wayo atau air bobong dan selanjutnya ke laut.

Area resapan air di daerah tertentu yg masih kering pada musim kemarau sekarang sebagaian besar telah berubah menjadi Kantor Pemerintah dan rumah Penduduk.

Jadi ada 3 hal dominan penyumbang naiknya Level genangan air di kota Bobong yaitu :

1. Makin padatnya Rumah penduduk di lokasi dataran tanah dengan posisi agak tinggi yaitu area yg selama hujan besar tetap kering.

2. Area rawa yg di timbun menjadi Kawasan Perkantoran Pemerintah daerah dan Pemukiman Penduduk.

3. Berkurangnya area resapan air di
gunung akibat galian C dan Penggundulan hutan.

Jadi Level air genangan perlu di tangani secara Komprehensif/lengkap.
Tinjauannya terhadap 3 hal yg saya sebutkan di atas. Diperlukan keterlibatan Tenaga ahli Hydrology untuk menghitung secara cermat volume air banjir 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun bahkan sampai 100 tahun.

Dari data analisa hydrology tersebut dibuatlah rencana saluran air sedapat mungkin adalah menggunakan sistem grafitasi ( air mengalir hulu ke hilir atau dari level yang lebih tinggi ke level yg lebih rendah). Mengenai ukuran saluran dan kemiringan akan di hitung secara detail oleh Tenaga ahli yang berkompeten dari Konsultan perencana.

Prinsipnya saluran harus terhubung menuju lokasi keluar, air harus di berikan jalan keluar jangan membendung kalau air dibendung maka harus di ingat air memiliki Energy potensial yang bisa berakibat fatal. Rencanakanlah danau buatan di dekat Air Wayo dan di dekat Air Bobong lama. Supaya lebih Indah buatlah Jogging track dan Fasilitas Rekreasi, Kolam Pancing dan lain-lain.

Tentu ini bukan sekaligus di bangun. Namun perlu buat Master Plannya. Pelaksanaannya di sesuaikan dengan Anggaran yang tersedia sambil melakukan Lobby dana ke Pemerintah Propinsi, Pemerintah Pusat berupa dana APBN atau skema dana bantuan Luar Negeri jika memungkinkan.

Libatkan putra putri terbaik taliabu yang memiliki kompetensi sesuai bidang keahliannya, ada Bapak Prof. Sumbangan Badja, Beliau Pakar Tata Kota yang tidak di ragukan lagi kapasitas keilmuannya.  Jika  pemerintah daerah punya nawaitu (niat) yang baik untuk menyelesaikan masalah ini perlu sinergitas pihak lain yang berkompeten, bukan hal yang tidak mungkin karena kita punya Sumber daya Manusia yang mumpuni, berpengalaman dan teruji.

Paradigma Berpikir kita sebagai putra/i daerah harus diubah. Ini masalah kita bersama jadikan Bobong Kota langganan banjir menjadi Bobong River view City.
Agar Banjir itu tidak menjadi Sahabat tahunan yang akan datang setiap Musim Hujan, maka Bobong perlu dibuat Master Plan dan Detail Plan yang komprehensip.

Peduli Terhadap Daerahnya, Bacabup Pultab Ini Menawarkan Konsep Mengatasi Banjir Kota Bobong

B. Kondisi Geografis

Kota Bobong adalah berbentuk Mangkok dimana terdapat Rawa di sisi darat dan awalnya itu adalah daerah tangkapan air alamiah. Sementara daerah Pantai itu Pembentukan Delta. Untuk Drainase kota dengan System full gravitasi maka elevasi tanah tidak memungkinkan. Karena kemiringan saluran yg baik itu Minimal 1% Artinya setiap 100 meter perbedaan Level adalah 1 meter. Bila Panjang kota Bobong dibagi 2 dan air di alirkan ke Sungai Air Wayo dan sungai bobong lama.

Asumsi saya, dari area tengah ke Sungai Air Wayo dengan panjang 500 meter kalau kemiringan 1% maka terdapat perbedaan level 5 meter artinya perlu timbun tanah sampai melewati atap rumah. Jadi Drainase saluran kota dengan Sytem full gravitasi tidak memenuhi syarat Teknis.

C. Konsep Penanggulangan Banjir

Langkah yang harus di lakukan adalah sebagai berikut :

1. Mengurangi jumlah air yg masuk ke Kota Bobong dengan membuat saluran di dekat kaki gunung, agar air hujan yang dari atas gunung langsung di arahkan Ke Sungai air Wayo dan sungai Bobong Lama.

2. Air yang tergenang di Kota Bobong hanya air hujan yang turun pada Area kota Bobong.

3. buat Saluran Air yang besar di Tengah bekas Rawa dahulu terhubung ke sungai air Wayo dan sungai Bobong Lama.

4. Buat Embung atau Danau Tangkapan Air di area Wayo dan area Bobong Lama.

5. Desain danau ini menjadi Area Wisata, Jogging Sport, Juga Kolam Pancing.

6. Pasang Pompa sesuai Kebutuhan Volume Air Banjir. Dan Genset harus Full Beck Up Minimal 2 Buah yg di sinckronise. Jadi begitu Level air sampai pada level tertentu maka Genset langsung start secara Otomatis.

7. Buat Rencana Pintu Air di Mulu air Wayo dan air Bobong.

Peduli Terhadap Daerahnya, Bacabup Pultab Ini Menawarkan Konsep Mengatasi Banjir Kota Bobong

Jika ini di lakukan, maka bila Musim Hujan dan adanya genangan yang besar maka air mengalir melalui saluran Tengah dan Menuju Danau Buatan dan Pompa di Tempatkan di Danau Buatan.
Demikianlah Konsep Usulan mengatasi Banjir Kota Bobong, sebagai masukan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu.

*#Bobongtanpabanjir*
*#Solusibanjirbobong*

Print Friendly, Pdf & Email