x

Muhri Anggota DPRD Sumenep Desak DKP2KB Untuk Mengevaluasi Kinerja Puskesmas Dasuk

waktu baca 2 menit
Rabu, 27 Mar 2024 16:58 0 136 SYARIF HIDAYAT

Liputan4.com, Sumenep – Muhri, anggota DPRD sekaligus selaku Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sumenep 2023, mendesak Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana setempat untuk mengevaluasi kinerja Puskesmas Dasuk.

Ia mengambil sikap seperti ini untuk bertujuan, agar pelayanan kesehatan kepada pasien optimal dan lebih baik.

Kejadian bukan hanya satu atau dua kali di Sumenep. Bahkan puskesmas di kabupaten Sumenep hampir terjadi.

“Saya meminta kepada kepala Dinas kesehatan dan P2KB Kabupaten Sumenep untuk mengevaluasi puskesmas yang memberikan pelayanan yang kurang baik kepada pasien,” kata Muhri saat diwawancarai via WhatsApp messenger, Rabu (28/3/2024).

Pria yang pernah menahkodai PC Ansor Sumenep ini mengatakan, ketika persoalan tentang nyawa seseorang dan juga masalah kesehatan. Ia secara tegas mengambil sikap untuk mendesak OPD terkait segera mengevaluasi dan memberikan tindakan setimpal.

Hal itu agar memberikan efek jera kepada oknum perawat yang tidak profesional pada profesi.

“Apalagi seperti ini Puskesmas Dasuk hingga menyebabkan ada pasien meninggal. Minta tolong kepada OPD terkait segera ditindaklanjuti, agar tidak terjadi seperti hal ini. Evaluasi kinerja oknum perawat tersebut dan segera berikan tindakan,” tegasnya.

Puskesmas harus memberikan pelayanan kepada pasien yang optimal. Agar pasien merasa nyaman saat berobat,” ujarnya.

“Oknum perawat itu diduga mengotak atik Rekam Medis (RM) dan kronologi pasien. Hal ini sudah menyalahi atura yang ditetapkan oleh pemerintah dan segera secepatnya ditindaklanjuti,” jelasnya.

Terlepas dari itu, beberapa hari lalu Kepala Puskesmas Dasuk yang sebelumnya, drg. Novia Sari Wahyuni mengakui bahwa karyawannya teledor dalam profesinya. Pihak mengatakan bahwa ada beberapa berkas yang tidak pada saat peristiwa itu terjadi.

Terkait RM (rekam medis), pihaknya mengaku tidak ada yang keliru, cuma ada catatan yang kurang lengkap saat mengganti infus yang tidak ditulis.

“Tapi itu di hari pertama dan kedua ya!,” imbuhnya.

Bupati Konawe

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ROKOK ILEGAL
AKU PACAK
HARI KARTINI
ULTAH PULAU TALIABU
Stik Famika Makassar
LAINNYA
x
x