In House Training (IHT) SD YPPK WEMBI, Sebuah Upaya Mendorong Peningkatan Kompetensi Pendidik

In House Training (Iht) Sd Yppk Wembi, Sebuah Upaya Mendorong Peningkatan Kompetensi Pendidik
????????????????????????????????????

Keerom Liputan4.com – In Haouse Training (IHT) Dalam rangka  Peningkatan kompetensi pendidik dengan thema Penguatan Iplementasi Kurikulum Merdeka yang di laksanakan oleh SD YPPK wembi merupakan kegitan peningkatan  kompetensi guru.

IHT ini tentu saja sangat penting sebagai salah satu dari CPD (Continuous Proffesional Development) yang harus senantiasa dilakukan oleh guru untuk menjaga kualitas mereka. Hal tersebut di Utarakan Kepala SD YPPK Wembi, Yuliana Stika Lotu S.Pd dalam sambutannya (Senin 11 Juli 2022)


Kata Yuliana Stika, Kegiatan IHT ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mengembangkan kompetensi guru dalam mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran, guna meningkatkan kinerja, dan kompetesi serta kedisiplinan dan sekaligus penyusunan perangkat pembelajaran.

Kegiatan in hause training ini bertolak dari program kerja sekolah pada tahun ajaran baru (2022), usai SD YPPK Wembi terdaftar sebagai sekolah penggerak  angkatan satu setahun yang lalu melalui seleksi kepala sekolah penggerak.

Setelah berjalan setahun, kami melaksanakan kurikulum sekolah penggerak dengan nama kurikulum operasional satuan pendidikaan yang sekarang sudah di sahkan oleh bapak mentri pendidikan yaitu kurikulum merdeka. Ujar Yuliana Stika.

Menurutnya, Sebelumnya kegiatan serupa telah terlaksana setahun lalu di sekolah ini dan mendapat pelatihan dari narasumber pusat, namun tak semua pendidik di SD YPPK Wembi dapat mengikutinya, sehingga tahun ini kembali melaksanakan kedua kalinya agar semua tenaga pendidik khususnya di Sd YPPK Wembi ini dapat mengikuti pelatihannya.  Peningkatan kompetensi pendidik sangatlah penting untuk sebuah lembaga termasuk lembaga pendidikan.

Dalam menjalani program sekolah penggerak, kami selalu di sibukan dengan kegiatan kegiatan yang selalu terpantau oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan. Kegiatan  in hause training hari ini adalah  satu bukti praktik baik yang kami lakukan dengan maksud kita bisa membagi satu sama lain, atau sekolah penggerak bisa menggerakan sekolah sekolah yang lain agar mereka dapat mengenal kurikulum medeka yang seperti kami laksanakan satu tahun berjalan. Tutup Yuliana Stika

Sementara itu, Widiaprada Balai Guru Penggerak (BGP) Propinsi Papua, SUHARMAN, S.I.P.MKP Mengatakan, kami mengucapkan terima kasih atas sebuah upaya yang di lakukan oleh SD YPPK Wembi di Kabupaten Keerom ini sebagai bagian dari memajukan pendidikan di Propinsi Papua.

Mengapa ?, kami perlu mengadaptasikan kurikulum. saat ini dunia terjdi perubahan yang begitu cepat, banyak distrupsi dalam segala sector, banyak pekerjaan yang di ambil alih oleh perangkat teknologi , dengan demikian di tahun 2030 di prediksikan 30% pekerjaan itu akan hilang dan di gantikan dengan perangkat teknologi . Ujar Suharman

Menurutnya,  Saat ini pemerintah menyatakan bahwa :  pengetahuan, ketrampilan dan sikap belum cukup. Perlu ada yang namanya velu atau perlu adanya nilai nilai oleh karena itu salah satunya kita melakukan adaptasi kurikulum yang berorientasi pada profil belajar Pacasila

Mari sama sama kita terus belajar.  Belajar yang paling terbaik adalah dari pengalaman karena guru terbaik adalah pengalaman. Oleh karena itu kita tidak akan bisa memperoleh informasih yang benar atau informasih yang sesuai dengan kebutuhan kita tanpa memiliki pengalaman. Ujar Suharman.

Di sela sela kegiatan Tersebut,   Ketua Badan Pengurus Eksekutif  YPPK Fransiskus Asisi  Propinsi Papua, Veronika Urip Indiastuti, S,Pd M.Pd Menuturkan, hal hal yang baru semacam ini sudah menjadi pergulatan pendidikan di indoenasia. Hanya saja yang menjadi permasalahnya adalah, dari kurikulum 2013 yang kelihatannya belum terlalu di pahami baik oleh sekolah sekolah di tingkat yang  paling dasar khususnya di wilayah wilayah yang sulit di Papua, sekarang muncul lagi program yang baru dengan kurikulum merdeka. ini memang menjadi suatu dilema bagi kita semua dan ini kondisi ril kita di lapangan

Kata Veronika, Adanya program baru semacam ini tentu menjadi suatu pergumulan bagi kami,  untuk memberikan pemahaman yang lebih baik pada guru guru. Perubahan   semacam ini juga menjadi pilhan untuk di laksanakan oleh semua  sekolah. Ahli – ahli pendidikan di Indonesia sudah memikirkan bagaiman menjawab kebutuhan dari kehidupan ini di masa yang akan datang. Kita sebagai kelompok orang yang peduli pendidikan harus menyiapkan satu generasi yang pada akhirnya bisa berkompetisi di situasi yang memang kompetsisinya lebih maju.

Dengan adanya kemajuan kemajuan teknologi, anak anak ini jika kita tidak siapkan dengan baik mereka akan tersingkir.,’’ kita sudah cape cape mendidik namun pada akhirnya mereka tidak mampu bersaing, oleh karena itu dengan krikulum merdeka ini, ada sejumlah hal baru yang tentunya kita di wajibkan memahami, khususnya   guru guru, karena guru sebagai ujung tombak yang melaksanakan kurikulum ini bagaimana mempermentasikan sesuai dengan tupoksi, atau sebagai guru/pendidik di bawah kendali Kepala Sekolah.   Ujarnya

Menurut Veronika, Pengembangan kurikulum merupakan bagian yang essensial dalam proses pendidikan. Sasaran yang dicapai bukan semata-mata memproduksi bahan pelajaran melainkan lebih dititikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan. Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses merencanakan dan menghasilkan suatu alat yang lebih baik

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid – DIKDAS) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Keerom  Yosias Demetouw  SE, mewakili Kepala Dinas Pendidikan mengatakan, sebelum melaksanakan kegiatan di luar, yang utama adalah kita perlu memulai dari rumah  terhadap diri kita

Kabid DIKDAS menambahkan, Kegiatan, In hause treaning hari ini menggambarkan bahwa kita telah memberikan pelatihan dari dalam (Mulai Dari Dalam Sekolah Itu sendiri),  misalkan kepala sekolah dapat memberikan pelatihan kepada guru gurunya sebelum keluar ke sekolah lain. Dengan demikian harapan kita kedepan adalah pelatihan dan eksen harus serasi, apa yang di latih tim fasilitator di sekolah  harus di terapkan sesuai di lapangan.

Hasil pelatihan di sini dan eksen atau penerapannya di luar harus sama, sehingga kita di harapkan memahami sebelum penerapan hasil pelatihan tersebut beda  dengan eksen di luar. Atau di sini kegiatannya  penyusunan program di luar sana kegiatan menambah program, dan ini merupakan ketegasan Dinas Pendidikan kepada seluruh pendidik di sekolah sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Keerom. Pungkas Kabid DIKDAS

Kita berada pada situasi yang telah berubah, atau tidak seperti pada situasi dulu. Bukan orang pintar atau orang kuat yang mampu bertahan tetapi orang yang mampu menyesuaikan diri itulah yang mampu bertahan, terjemahannya dunia pendidikan kita sudah berubah sehingga kita tidak bisa mempertahankan ini yang baik atau tidak baik tetapi mari kita ikuti perubahan ini supaya kita dapat bertahan

Dalam close statemennya Yosias Demetow, SE mewakili Dinas Pendiikan dan Kebudayaan membuka  kegiatan  In Haouse Training (IHT)  dengan memukul tifa sebagai tanda pembukaan kegiatan.

Kegiatan In Hause Treaning tersebut akan berlangsung selama lima hari (hingga hari jumat) di ikuti oleh SD Inpres Pir V Wambes dan SD YPPK Ubrub Distrik Web. Dalam pembukaan kegiatan tersebut di hadiri oleh Perwakilan SD Inpres Pir V Wambes, Perwakilan SD YPPK Ubrub, Widiaprada Balai Guru Penggerak Propinsi Papua, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid DIKDAS) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Keerom, serta Ketua Badan Pengurus Eksekutif  YPPK Fransiskus Asisi  Propinsi Papua

 

 

 

Print Friendly, Pdf & Email