LIPUTAN4.COM, BANDUNG BARAT — Semangat kemerdekaan tak cukup hanya dirayakan dengan upacara dan berbagai perlombaan. Forum Wartawan Cipatat (FWC) memilih menerjemahkannya melalui aksi nyata dengan menyantuni 51 anak yatim dan piatu dari tujuh desa di Kecamatan Cipatat.
Kegiatan bakti sosial tersebut digelar di Kampung Nyomplong RT 03/RW 12, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (20/8/2026).
Puluhan anak yatim dan piatu menerima santunan sekaligus paket sembako sebagai bentuk kepedulian sosial insan pers terhadap masyarakat.
Paket sembako yang dibagikan berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, mi instan serta makanan ringan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah donatur, termasuk Indonesia Power, yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan sosial tersebut.
Bagi FWC, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Lebih jauh, santunan menjadi bukti bahwa wartawan tidak hanya hadir melalui pemberitaan, tetapi juga dapat turun langsung dan mengambil bagian dalam persoalan sosial masyarakat.
“Terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan sumbangsihnya kepada anak-anak yatim piatu. Kami juga mengapresiasi rekan-rekan wartawan yang ikut memberikan donasi. Semoga semangat ini terus dijaga dan bakti sosial seperti ini semakin digiatkan,” ungkap Sekretaris FWC.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap anak yatim tidak boleh berhenti hanya karena momentum peringatan kemerdekaan telah berakhir. Silaturahmi dan semangat berbagi harus terus dipelihara agar semakin banyak pihak tergerak untuk berkontribusi.
“Jangan sampai silaturahmi ini terputus. Justru semangat untuk saling memberikan motivasi dan kepedulian terhadap kegiatan sosial, khususnya kepada anak yatim piatu, harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Indonesia Power atas dukungan yang diberikan. Kolaborasi antara insan pers, dunia usaha, donatur dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam memperluas manfaat kegiatan sosial.
Wakil Ketua FWC Cipatat turut menyampaikan terima kasih kepada para kepala sekolah yang telah memberikan perhatian dan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
“Kita tidak melihat dari nominal yang diberikan. Yang terpenting adalah kebersamaan dan perhatian kita kepada anak-anak kita, khususnya anak yatim piatu,” ujarnya.
Menurutnya, kepedulian tidak selamanya harus diukur dari besar kecilnya bantuan. Kehadiran, perhatian dan kebersamaan justru menjadi pesan penting yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua FWC Cipatat, H. Zezen Syamsudin, menegaskan bahwa kegiatan sosial merupakan bagian dari komitmen FWC untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan piatu. Semoga ke depan kegiatan sosial seperti ini terus dilakukan dan melibatkan lebih banyak pihak,” katanya.
Ia menilai semangat kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kepedulian, gotong royong dan keberanian untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan santunan kemudian ditutup dalam suasana penuh keakraban. Puluhan anak yatim dan piatu bersama para wartawan, donatur serta masyarakat membaur dalam semangat kebersamaan.
FWC Cipatat menegaskan, kepedulian sosial bukan sekadar kegiatan seremonial. Dari Cipatat, semangat kemerdekaan kembali diingatkan melalui aksi sederhana: hadir, peduli dan berbagi kepada sesama. (Sarwhono)












