Bupati Maros,Chaidir Syam Terima Expose Ceo-Founder PT Javanero Indonesia

Bupati Maros,Chaidir Syam Terima Expose Ceo-Founder Pt Javanero Indonesia

Liputan4.com MAROS – Bupati Maros H.A.S Chaidir Syam menerima Expose PT. Javanero Indonesia bertempat di Rumah Jabatan  Bupati Maros. Kamis (14/07)

Expose ini sebagai tindak lanjut program Percepatan Pengembangan Kopi Bentenge Khas Mallawa  yang sejak Desember 2021 terus di progres oleh Wakil Bupati Maros Hj. Suhartina Bohari.


Setelah melewati fase yang sangat panjang, sinergitas antar Leading Sector terus dipacu, hadir dalam Expose ini Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan beserta  jajaran, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan beserta jajaran, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bulusaraung, pemerhati Kopi Bentenge Khas Mallawa dan pelaku usaha warung kopi.

Teddy Kusumah Soemantri CEO-Founder PT. Javanero Indonesia selaku salah satu produsen Kopi di Indonesia yang telah sukses membawa kopi indonesia menembus pasar mancanegara memaparkan rancangan konsepnya untuk percepatan pengembangan Kopi Bentenge Khas Mallawa dihadapan audience yang hadir.

“Produk kopi yang kami hasilkan adalah hasil olahan tanaman kopi mulai dari kulit, biji, hingga ampas, tidak ada satupun bagian dari kopi ini yang akan jadi limbah, semua akan melahirkan produk-produk turunan”.

Apabila nantinya expose ini ditindaklanjuti dalam bentuk MOU dengan Pihak Pemerintah Kabupaten Maros PT. Javanero Indonesia akan melalukan pendampingan secara menyeluruh mulai dari proses pembibitan hingga pasca panennya.

Sementara itu H.A.S. Chaidir Syam menyatakan pemerintah Kabupaten Maros berharap Kopi Bentenge Khas Mallawa akan semakin dikenal di Indonesia dan Bisa Go Internasional sesuai dengan progress percepatan pengembangan Kopi Bentenge yang dilakukan Wakil Bupati Maros, Hj. Suhartina Bohari selain itu Bupati Maros berharap petani Kopi Bentenge bisa mencapai taraf sejahtera dari hasil  Kebun Kopi yang mereka kelolah selama ini.

“Pemerintah Kabupaten Maros mencoba melanjutkan pendampingan yang dimulai dari 2019 silam oleh Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang telah membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) Betara Bersatu,kami sebagai pemerintah daerah berharap jika telah dikelolah secara profesional Kopi Bentenge ini bisa bernilai ekonomis yang lebih tinggi dan juga bisa Go Internasional seperti kopi-kopi pendahulunya”tutupnya

Print Friendly, Pdf & Email