Scroll untuk baca artikel
Birokrasi

Acep Ana Soroti Makna POR DPRD Kabupaten Bandung: Sehat, Kompak, dan Bebas Anggaran Daerah

×

Acep Ana Soroti Makna POR DPRD Kabupaten Bandung: Sehat, Kompak, dan Bebas Anggaran Daerah

Sebarkan artikel ini

LIPUTAN4.COM, BANDUNG — Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil IV, Acep Ana, menunjukkan semangat kebersamaan dan sportivitas dengan mengikuti seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga (POR) DPRD Kabupaten Bandung.

Empat cabang olahraga yang diikuti Acep Ana secara penuh yakni bulutangkis, tenis meja, futsal, dan bola voli.

Keikutsertaannya di semua Cabor tersebut menjadi bukti bahwa POR DPRD bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang nyata untuk mempererat solidaritas antar anggota dewan.

Menariknya, kegiatan POR DPRD Kabupaten Bandung ini telah dilaksanakan secara konsisten selama lima tahun berturut-turut setiap bulan Januari, dan seluruh rangkaian kegiatan tersebut tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Acep Ana menegaskan bahwa POR DPRD memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar kompetisi olahraga.

Ket : Salah satu aksi Acep ana Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PKB dalam Cabor bulutangkis, (31/01/2026).

“Pekan Olahraga DPRD ini bukan soal menang atau kalah. Ini tentang menjaga kebersamaan, kekompakan, dan silaturahmi antara anggota dewan. Di tengah padatnya agenda dan tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat, kegiatan seperti ini menjadi ruang yang sangat penting,” ujar Sang Politisi kepada awak media liputan4.com, Jum’at (30/01/2026).

Menurutnya, rutinitas kerja dewan yang sarat dengan agenda rapat, kunjungan kerja, hingga serapan aspirasi masyarakat membutuhkan keseimbangan fisik dan mental. POR DPRD menjadi salah satu cara sehat dan positif untuk menjaga hal tersebut.

“Kami setiap hari berkutat dengan urusan masyarakat, regulasi, dan pengawasan. Tubuh juga harus dijaga agar tetap bugar dan sehat. POR DPRD ini menjadi sarana olahraga, sekaligus refreshing dan hiburan agar kami tetap fresh dalam menjalankan tugas,” jelasnya.

Acep Ana juga mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan POR DPRD yang tetap berjalan tanpa membebani keuangan daerah.

“Yang patut diapresiasi, kegiatan ini tidak menggunakan APBD. Ini murni dari semangat kebersamaan. Artinya, kami ingin menunjukkan bahwa membangun kekompakan tidak selalu harus dengan anggaran besar, tapi dengan niat dan kesadaran bersama,” tegasnya.

Dengan mengikuti seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan, Acep Ana berharap semangat kebersamaan yang terbangun di arena olahraga dapat terbawa ke ruang-ruang kerja DPRD.

“Semangat sportivitas, kerja tim, dan saling mendukung yang kami bangun di POR DPRD ini mudah-mudahan bisa tercermin dalam kerja-kerja kami di lembaga dewan, terutama dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkasnya.

POR DPRD Kabupaten Bandung pun kembali menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi medium pemersatu, menjaga kesehatan, sekaligus mempererat hubungan antar wakil rakyat di tengah dinamika politik dan padatnya aktivitas legislatif. (Akuy)