YR-Kobra Prov Kalsel Audiensi ke BNNP Prov Kalsel

Yr-Kobra Prov Kalsel Audiensi Ke Bnnp Prov Kalsel

Liputan4.com, Banjarmasin – Koordinator Bidang P2M BNNP Kalsel, Iskandar Adam, S.K.M., M.M., menerima kunjungan Yayasan Rehabilitas Korban Narkoba (YR-Kobra) Propinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (4/11/2021) di ruang kerjanya. Kunjungan tersebut, sebagai audensi YR-Kobra guna memperkenalkan diri atas kehadirannya di Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kita aspresiasi kedatangan kalian, dan ini sangat positif. Terus terang saya sangat benci dengan narkoba. Kalau yang satu ini saya tidak ada toleransi. Karena ini adalah penghancur generasi bangsa,” sebut Iskandar Adam kepada wartawan disela – sela audensi.


“Saya sudah bilang di daerah ini, siapa yang mengaku atau keluarga yang datang kemari karena ada yang sudah penyalahgunaan narkoba, tidak akan di tangkap. Tapi kita akan cari solusinya, seperti YR-Kobra bilang tadi di rehab,” tambah Iskandar Adam.

Untuk diketahui, pusat rehabilitasi narkoba YR-Kobra dibawah naungan Yayasan Rehabilitas Korban Narkoba Propinsi Kalimantan Selatan saat ini beralamat Jalan Jahri Saleh Kompleks Pandan Arum No 51C kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan.

Sedangkan, Ketua YR-Kobra Propinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Maulana, mengatakan, audiensi tersebut untuk mengenalkan diri bahwa pusat rehabilitasi sudah ada di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kendala dilapangan, penerimaan masalah rehabilitasi ini masih terlihat buta di masyarakat. Mereka masih beranggapan di rehabilitasi membandingkan dengan penjara. Pusat Rehabilitas Korban Narkoba ini mempunyai Program TC (Therapy Comunity) terapi komunitas. Disana tidak ada yang namanya kekerasan, dan kita berusaha untuk memulihkan dengan mendidik,” ungkap Ahmad Maulana

Ahmad Maulana mengucapkan terimakasih atas sambutan Koordinator Bidang P2M BNNP Kalsel, Iskandar Adam, S.K.M., M.M., Kamis (4/11).

“Yang senantiasa menyambut kami, dan mengharapkan bisa sinergi dalam menghadapi bagaimana gawatnya peredaran narkoba di Provinsi Kalimantan Selatan ini,” ucapnya.

“Sekarang kepedulian kita harus di tingkatkan. Saling merangkul dan sama – sama memerangi narkoba ini. Pihak aparat menangkap para bandar dan menghukumnya. Pusat rehabilitasi kerjanya menyehatkan anak bangsa dari ketergantungan narkoba,” sebut Ucok yang ikut dalam audensi tersebut.

Suasana audiensi berlangsung sederhana, dan kedua pihak berjanji saling kerja sama dan saling berbagi informasi. (NdL4)

Print Friendly, Pdf & Email