Wanita ASN Rumah Sakit Daerah Melakukan Poliandri,Dilaporkan Suami Sirinya Ke Polresta Banjarmasin

Wanita Asn Rumah Sakit Daerah Melakukan Poliandri,Dilaporkan Suami Sirinya Ke Polresta Banjarmasin

Liputan 4.com-Banjarmasin. Ini merupakan Emansipasi yang salah kaprah, yang dilakukan RA(40) yang Merupakan salah satu Abdi Negara yang bertugas di RSUD.Ulin Banjarmasin yang berujung pada pelaporan di Polresta Banjarmasin melalui oleh kuasa hukum MR(45), Robert Hendra Sulu.SH.MH dengan perihal dugaan menyembunyikan surat keterangan status pernikahan sah dan dugaan menyembunyikan status perkawinan sahnya selama satu tahun, atau dikenakan dengan pasal Berlapis Yakni Hukuman Disiplin dalam Pasal 266 dan 279 dalam PP.Nomer 53 Tahun 2020.

Dimana dalam Pasal 266 berbicara tentang memalsukan keterangan yang tidak benar dalam surat Nikah siri.
Sedangkan dalam pasal 279 menyatakan tentang menyembunyikan status pernikahan atau perkawinan.


Kasus pernikahan siri ini terungkap, saat di dalam persidangan pidana yang bertempat di Pengadilan Negeri Martapura atas laporan tuduhan RA terhadap MR yang telah melakukan pemukulan(Pengainiayaan), sebelum terjadinya pemukulan yang dilakukan oleh MR suami Siri RA yang sedang berkunjung ke rumah RA dan disana dapatinya ada seorang pria berinisial HD (45) berada di dalam rumah itu, belum sempat masuk ke rumah RA, MR balik kanan dan tidak berselang lama beberapa hari sesudah kejadian itu MR kembali menghubungi RA maka terjadilah pertemuan di daerah Kertak Hanyar kabupaten Banjar untuk menanyakan siapa perihal pria yang berada di dalam rumah RA kemarin, sehingga terjadi tindakan pidana yang di lakukan MR terhadap RA, tidak terima RA pun lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kertak Hanyar.

Dalam fakta di dalam persidangan, terungkap RA mengaku nikah siri dengan MR, sedangkan RA sudah punya suami yang sah sebelumnya, pada saat sidang pidana di Kejari Martapura yang sekarang sedang dan masih berlangsung.

Menurut Robert Hendra Sulu sebagai kuasa hukum MR, melaporkan RA ke Polresta Banjarmasin pasal 226 atas dugaan memasukan surat keterangan tidak benar tentang surat nikah siri dan pasal 279 tentang dugaan tentang menyembunyikan status perkawinan.

Sementara itu, Ruspandi Kabid SDM rumah sakit umum daerah Ulin Banjarmasin mengatakan kepada awak media bahwa data RA masih seperti data awal, tidak ada perubahan, mengenai hukuman untuk RA Ruspandi masih menunggu kasus yang sedang bergulir di Polresta Banjarmasin, apabila kasus ini naik ke persidangan, itupun menunggu vonis dari Hakim yang nanti akan kita lihat kesalahannya, baru hukuman apa yang akan di putuskan,” ujar Ruspandi.(Gt.Irwan.S/Liputan 4.com).