Walikota Optimis Pasar Banjarsari Kembali Terbangun Tahun 2023

Walikota Optimis Pasar Banjarsari Kembali Terbangun Tahun 2023

Liputan4.com 26/07/2022
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan terus melakukan sejumlah langkah dan ikhtiar agar pembangunan kembali Pasar Banjarsari yang terbakar pada tahun 2018 silam bisa segera terealisasi di tahun 2023 mendatang. Usai terbakar beberapa tahun silam, para pedagang menempati kios darurat di Jalan Patiunus yang semakin tahun hampir tiap sore tergenang banjir rob. Kini, setelah mendapat titik terang penyelesaian sengketa dengan pihak ketiga, PT Dian Insan Sarana Cipta (DISC) Semarang dan pembongkaran serta pembersihan puing-puing bangunan rampung dilakukan, jajaran Pemerintah Kota Pekalongan, bersama DPRD, Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh lintas agama, paguyuban pedagang Pasar Banjarsari, hingga masyarakat menggelar Istighosah dan Doa Lintas Agama di area Eks Pasar Banjarsari, Senin malam (25/7/2022).

Istighosah dan doa bersama dipandu oleh Habib Abbas bin Abu Bakar Al-Haddad, Habib Muhammad Alatas dan Habib Abdullah Baghir Alatas, tokoh agama Hindu, Budha, Katholik, Kristen, Khongghucu, serta turut dihadiri oleh Walikota Pekalongan, HA. Afzan Arslan Djunaid, Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj Inggit Soraya, Sekda Kota Pekalongan, Hj Sri Ruminingsih, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Wahyu Rohadi, Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Inf Rizky Aditya, sejumlah Kepala OPD, masyarakat, dan tamu undangan lainnya. Mereka bersama-sama memanjatkan doa demi kelancaran proses pembangunan kembali Pasar Banjarsari yang sudah dinanti-nantikan banyak pedagang dan masyarakat tersebut.


Walikota Aaf menyampaikan bahwa, moment istighosah dan doa bersama pada malam hari ini menjadi momentum yang luar biasa untuk Kota Pekalongan bisa guyub rukun dan satu tujuan dalam berikhtiar di porsinya masing-masing, setelah jajaran Pemkot Pekalongan bersama DPRD Kota Pekalongan berupaya secara maksimal agar pembangunan kembali Pasar Banjarsari yang penuh sejarah ini bisa segera dilakukan.

“Ikhtiar yang sudah dilakukan kami dalam kewenangannya sudah cukup sampai disini, setelah kebakaran 4000 kios di tahun 2018, dengan berbagai macam lika-liku permasalahan, Alhamdulillah pada tahun 2022 ini bangunan eks Pasar Banjarsari bisa diratakan dan perjanjian dengan pihak ketiga bisa terselesaikan. Tinggal menunggu usulan anggaran ke Pemerintah Pusat yang terus kami upayakan agar bisa terealisasi untuk bisa membantu pembangunan pasar ini,” ucap Aaf.

Sebab, menurutnya, dengan dana yang diusulkan Pemkot sebesar Rp176 Milliar untuk pembangunan kembali Pasar Banjarsari ini tidak tercukupi dengan APBD Kota Pekalongan. Bahkan, jajaran Pemkot bersama DPRD pun telah melakukan sejumlah ikhtiar untuk terus mengkomunikasikan ke Pemerintah Pusat agar di pertengahan Bulan Agustus mendatang, sudah ada jawaban kepastian dari Pemerintah Pusat mengenai rencana pembangunan kembali Pasar Banjarsari yang diharapkan terealisasi untuk bisa terbangun di tahun 2023.

“Kami terus berikhtiar untuk komunikasi dan dalam waktu dekat akan bertandang ke Jakarta untuk menemui pejabat di Pemerintah Pusat yang berwenang agar Pasar Banjarsari ini bisa terbangun baik lewat DPR RI, Menteri Perdagangan, dan sebagainya,” tuturnya.

Aaf menjelaskan, melalui kegiatan istighosah dan doa lintas agama ini, diharapkan semua proses upaya untuk merealisasikan anggaran dari Pemerintah Pusat bisa berhasil demi kelancaran pembangunan kembali Pasar Banjarsari. Pihaknya juga memohon restu dan doa kepada seluruh masyarakat Kota Pekalongan supaya upaya Pemkot Pekalongan untuk membangun kembali Pasar Banjarsari bisa segera tercapai.

“Kami minta doa dan restu seluruh masyarakat supaya usaha kami untuk mengkomunikasikan dana APBN yang digunakan untuk membangun kembali pasar ini bisa dilancarkan dan mudah-mudahan tahun 2023, pasar penuh sejarah ini bisa terbangun kembali,” harapnya.

Upaya serius Pemkot Pekalongan untuk membangun kembali Pasar Banjarsari mendapat respon positif dari salah satu eks pedagang Pasar Banjarsari, Aji Kristiyanto (44). Ia mengaku pada saat terbakarnya Pasar Banjarsari, ia menempati lapak di Blok 68-69 untuk berdagang usaha batik.

“Terimakasih Pemkot Pekalongan yang telah berupaya serius membangun kembali Pasar Banjarsari, kami mewakili pedagang sangat senang sekali, karena kabar baik ini sudah lama dinanti nantikan. Sebab, dengan kondisi kios darurat yang selama ini kami tempati sering tergenang banjir rob, dan kondisi lapak yang sempit, tentu sangat menghambat usaha kami. Sehingga, kami berharap pembangunan kembali Pasar Banjarsari ini bisa sesegera mungkin dilakukan,” tandas Aji.