Usai Merampas Handphone dan Uang, Kedua Pelaku Warga Muratara Ini Memaksa Korban nya Lakukan Oral Seks

 

“Kedua korban melapor ke Polsek. Kami lakukan penyelidikan, sehingga diketahui keberadaan tersangka David. Kanit Reskrim Ipda Purnama Mentary Sampe SH beserta anggota langsung menangkapnya,” jelas AKP Denhar


Muratara – Liputan4.com

Diduga Tengah Asik Memadu Kasih sepasang Muda Mudi (MT/18) & (ND/14)
yang sedang mengendarai laju kendaraan nya,secara tiba tiba di dalam kegelapan diantara perkebunan sawit, kedua Pelaku datang dan mengancam dengan menggunakan Pisau ke leher korban MT kemudian merampas ponsel milik korban.

Usai merampas Hp Oppo, Pelaku lalu meminta uang Rp.300 ribu dan satu ponsel lagi milik ND merk Xiomi Redmi A5 yang diserahkan dalam ancaman kepada kedua Pelaku tersebut.

Tak hanya itu, Parahnya kedua pelaku pun menyuruh diduga sepasang Muda Mudi yakni (MT/18) & (ND/14) memaksa agar keduanya untuk berhubungan badan di lokasi kebun sawit yang berada di blok A Desa Sumber Makmur Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara Sumatera Selatan.

KULIAH GRATIS BEASISWA

Namun Korban Yang bersikeras menolak lalu pelaku Kemudian Menyuruh ND (14) mengoral kemaluan korban MT (18) selama 5 menit yang direkam oleh pelaku menggunakan handphone hasil rampasan milik korban. Usai melakukan aksinya, kedua tersangka langsung kabur.

Kapolres Muratara AKBP Adi Sutanto melalui Kapolsek Nibung AKP Denhar Membenarkan Kejadian tersebut setelah kedua korban Melaporkan kejadian tersebut ke Pihak Berwajib.

“Kedua korban melapor ke Polsek. Kami lakukan penyelidikan, sehingga diketahui keberadaan tersangka David. Kanit Reskrim Ipda Purnama Mentary Sampe SH beserta anggota langsung menangkapnya,” Tegas Mantan Kapolsek Rawas Ilir ini.

Berdasarkan pengembangan, kemudian Kedua bandit keji tersebut berhasil diringkus petugas Polsek Nibung, Selasa (14/1/2020) sekitar pukul 10.30 WIB. Keduanya adalah David Arianto (38) dan Palentin (26) warga Desa Bumi Makmur Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Kedua tersangka dijelaskan kapolsek akan terancam akibat melanggar Pasal 82 ayat (1) jo pasal 76 E Undang-undang Perlindungan Anak, mengenai memaksa berbuat cabul dan pemerasan. (do)