PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

*Tracking Satgas-TGC Covid-19 Beberapa Kecamatan Di Jeneponto Kurang Maksimal*

Pewarta: Basir Hasgas Topik: Jendela Birokrasi, Sulawesi Selatan
  • Bagikan
*Tracking Satgas-TGC Covid-19 Beberapa Kecamatan Di Jeneponto Kurang Maksimal*

Liputan4.Com,Jeneponto_Satgas dan Tim Gerak Cepat (TGC) covid-19 beberapa kecamatan di Jeneponto nampaknya kurang serius dalam melacak kontak tracing penyebaran covid-19 cluster mahasiswa KKN Unhas.

Kabar yang beredar beberapa waktu lalu sebanyak 60 orang mahasiswa KKN Unhas terkonfirmasi covid-19 tersebar di sejumlah titik posko kecamatan, dan telah ditarik pihak kampus untuk minimalisir tersebarnya virus asal wuhan tersebut

Mahasiswa KKN Unhas dinyatakan positif dan dipulangkan menyisakan status orange beberapa wilayah kecamatan. Namun langkah traking dinilai kurang maksimal dilapangan, ada beberapa kendala menurut Satgas-TGC salah satu PKM di Jeneponto diantaranya, kurangnya kerjasama dan kesadaran pemerintah Desa dalam hal mendukung Satgas-TGC melacak kontak cluster KKM Unhas.

Dari data tracking di Kecamatan Bangkala dan Kecamatan Tamalatea di temukan fakta dilapangan bahwa tim TGC hanya mampu memeriksa aparat Desa yang bersedia di periksa saja.

Contoh salah satu Desa misalnya Desa Bontomanai di Kecamatan Bangkala, Tim TGC hanya mampu memeriksa 6 orang yang kebanyakan diantaranya seorang kepala  Dusun.

Mirisnya Desa Bontomanai termasuk posko KKN Unhas yang terdapat banyak mahasiswa terkonfirmasi positif covid-19 namun jalur kontak mahasiswa tidak terperiksa oleh Tim satgas-TGC .

Dari data yang di dapati media ini, diketahui saat pemeriksaan swab anti gen oleh tim nakes PKM Allu beberapa jalur kontak mahasiswa luput dari dari pemeriksaan meskipun masuk kategori wajib, misalnya Kepala Desa beserta ke 8 staf Pemdes tidak terperiksa tanpa alasan jelas.

Juga di ketahui mahasiswa telah sempat melaksanakan program penyuluhan di beberapa sekolah dasar (SD) namun juga luput dari pemeriksaan.

Kepala Desa Bontomanai justru berkeliaran dengan bebas lakukan aktifitas ramai padahal belum lakukan pemeriksaan swab anti gen.

Di tempat terpisah tim TGC PKM Tamalatea hanya mampu memeriksa sekitar 5 orang padahal jika dilihat kecamatan Tamalatea memiliki 11 orang terkonfirmasi positif, bahkan Tim TGC lakukan tracking tanpa kordinasi pihak aparat teritorial kecamatan sehingga tim sering mendapat penolakan warga.

 

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan