Ternyata Hanya Baru Satu Ahli Waris Yang Dapat Santunan Di Banjarmasin Korban Pandemi COVID-19 Dari KeMenSos.

Ternyata Hanya Baru Satu Ahli Waris Yang Dapat Santunan Di Banjarmasin Korban Pandemi Covid-19 Dari Kemensos.

Liputan4com, Banjarmasin-Pemerintah Kota Banjarmasin berusaha untuk mengobati rasa pilu dan sedih terhadap sejumlah para warganya. Pihak keluarga dari korban yang meninggal akibat terpapar atau terinfeksi dari virus Corona (Covid – 19) diberikan santunan yang bersumber dari APBN.

Adapun untuk nominal angka bantuan untuk korban yang terpapar Covid – 19 tersebut , ahli waris dari korban yang meninggal akibat Covid – 19,diberikan santunan sebanyak Rp.15 juta Per orang. Sedangkan Bantuan ini sendiri diketahui berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.


Untuk Di Wilayah Kota Banjarmasin saja, menurut dari data terakhir Jumat (21/8/2020), sudah tercatat ada sebanyak 149 kasus yang meninggal dunia akibat Virus Covid – 19 tersebut.

Jadi jika ditotalkan semuanya, artinya Bantuan dari KeMenSos RI kepada warga Kota Banjarmasin ada sekitar Rp 223.500.000 yang sudah digelontorkan dari pusat.

Ternyata hal tersebut tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto saat dikonfirmasi awak media usai memberikan bantuan terhadap korban kebakaran di Kelayan A, Jumat (21/8/2020) tadi.

“Dia, mengakui,untuk saat ini pihaknya baru memberikan santunan tersebut kepada satu warga Banjarmasin. Yaitu satu warga Pekapuran yang diketahui merupakan korban pertama kali meninggal akibat keganasan dari Virus Covid-19 tersebut.”terangnya.

“Untuk di Kota Banjarmasin hanya baru dicairkan kepada satu orang saja dan itu pun sudah ditransfer ke rekening pihak ahli warisnya berkisar sebesar Rp 15 juta. Kasus yang meninggal Dunia untuk pertama kalinya di Banjarmasin adalah warga Pekapuran,” terang Iwan Ristianto.

 Menurut Iwan, minimnya warga Banjarmasin yang memanfaatkan bantuan tersebut ini lantaran disebabkan oleh banyak berkas administrasi yang belum dilengkapi dari oleh pihak para ahli waris.”terangnya.

Sebagai salah satu contoh, tutur dia, dalam hal usulan yang harus diajukan oleh pihak ahli waris tidak menyertakan surat keterangan pernyataan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Rumah Sakit ataupun Puskesmas bahwa yang bersangkutan meninggal dunia dikarenakan  karena Covid-19.

“Oleh karena itu,Banyak berkas yang kami kembalikan berkasnya karena dianggap belum lengkap. Setelah kami verifikasi, lalu diserahkan ke DinSos Provinsi Kal-sel. Kemudian baru  diajukan ke KeMenSos di Jakarta,” tambahnya.

“Dia, juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi yang sudah sangat maksimal kepada masyarakat terkait mengenai bantuan tersebut. Menurut dia, tak ada lagi alasan bagi ahli waris tidak mengetahui program bantuan ini.”tegasnya.

“ini sudah kami sampaikan secara berjenjang. Dan Tim medis pun juga sudah banyak mengetahui,” pungkas Iwan.

Meski pun begitu, menurut dari catatan Dinsos Kota Banjarmasin, sudah ada terdata sebanyak 25 ahli waris yang masuk dalam usulan calon penerima bantuan tersebut. Dan untuk Berkas mereka pun dikabarkan sampai saat ini masih dalam proses pencairan santunan dari KeMenSos.(Gt.Irwan/Liputan 4.com).

[zombify_post]