"MARI SIAPKAN JIWA RAGA UNTUK MENJEMPUT KEAGUNGAN LAILATUL QADAR DAN KITA SEMUA MENJADI PILIHANNYA UNTUK MENDAPATI RAHMAT DAN MAGFIRAH-NYA DAN KEMBALI MENJADI HAMBA YANG DIKASIHI. MARHABAN YA RAMADHAN.""JIKA HATI SEPUTIH AWAN, JANGAN BIARKAN IA MENDUNG. JIKA HATI SEINDAH BULAN, HIASI DENGAN SENYUMAN. MARHABAN YA RAMADHAN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA."

Terkait Program BPNT Bermasalah, Alfart Gelar Aksi Demo Ke Kantor DPRD Pamekasan

  • Bagikan
Terkait Program BPNT Bermasalah, Alfart Gelar Aksi Demo Ke Kantor DPRD Pamekasan

LIPUTAN4.COM,PAMEKASAN – Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (Alpart ) kembali menggelar Aksi Demo di Kantor DPRD Pamekasan Jawa Timur, Aksi tersebut berkaitan dengan agen E-Warung bantuan pangan Non-tunai (BPNT) di Pamekasan yang dianggap bermasalah.

Aksi kali ini ada hal unik yang di lakukan oleh Alfart, Mereka memberikan hadiah daster dan rok wanita untuk DPRD Pamekasan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan Totok Hartono selaku ketua Tim Koordinasi (Tikor) BPNT Kabupaten Pamekasan.

Basri korlap aksi mengatakan, Hadiah Daster dan Rok itu pantas diberikan kepada DPRD dan Tikor BPNT Pamekasan. Sebagai simbol kekecewaan, dua lembaga tersebut dianggap tidak mampu menangani kasus agen BPNT bermasalah di Kabupaten.

” Ini merupakan bentuk kekecewaan kami kepada DPRD dan Tikor BPNT, yaitu sekda Pamekasan, yang gagal dalam menyelesaikan banyaknya kasus BPNT bermasalah di Pamekasan,”katanya. Senin (02/11/2020).

Sebelumnya Basri dalam orasinya menyampaikan, kalau pada aksi yang sebelumnya, tuntutan-tuntutan itu telah disepakati tetapi dianggap tak terealisasi.

“ Kami kembali lakukan aksi ini untuk menagih kesepakatan itu, dan atas dasar itu, semua pihak harus mundur dari jabatannya,” kata Basri.

Ia juga mengungkapkan, kalau beras yang tidak bermerek paten dalam program BPNT itu harus dihapus karena sangat berpotensi menjadi permainan dan ladang meraup keuntungan pribadi oleh oknum.

“ Dan itu sangat merugikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan masyarakat lebih menginginkan beras yang bermerek paten karena kualitas dan kuantitasnya lebih terjamin,” Ungkapnya.

Sementara Mohammad Sahur Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, mengatakan, kalau pihaknya sudah melakukan mediasi dengan sejumlah pihak untuk mencari solusi dari kemelut yang terjadi di bawah terkait BPNT itu.

“ Bagaimanapun kami (DPRD) tidak diam saja dalam masalah kemasyarakatan, apalagi ini soal bantuan untuk masyarakat miskin,” ucapnya

Sahur juga menambahkan, ” Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pertemuan kembali, Sehingga duduk persoalannya menjadi jelas, mana yang salah dan mana yang patut di sanksi, sehingga nantinya kita bisa mengambil kesimpulan dan keputusan secara adil,” imbuhnya.

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Desa Bumi daya Dalam Pengelolaan Bumdes patut di jadikan percontohan

38
0
0

Peresmian Usaha Unit Bumdes Maju Bersama Oleh Camat Palas Program one Village one outlet

21
0
0

Trobosan Baru Budidaya Udang Dengan Air Tawar Di Palas

71
0
0

Kegiatan Soft Opening Wisata Pantai Muara Indah Suak

35
1
0