Terhalang Faktor Cuaca! Sepekan Lagi Penyambungan Kabel Laut Biak-Jayapura Selesai

  • Bagikan
Terhalang Faktor Cuaca! Sepekan Lagi Penyambungan Kabel Laut Biak-Jayapura Selesai
Menkominfo (Johnny G. Platte) didampingi Dirjen PPI Kominfo (Ahmad M. Ramli) dan Direktur Utama Telkom (Ririek Ardiansyah) saat memberikan konferensi Pers di Media Center Kementrian Kominfo (07/06/2021)

Liputan4.com, JAKARTA | Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia berharap proses penyambungan kabel laut yang berada di ruas Biak-Jayapura tepatnya pada posisi 280 kilometer dari kota Biak dengan kedalaman 4.050 meter di bawah permukaan laut (Mdpl).bisa selesai sepekan lagi

Saat Konferensi Pers (07/06/2021), Johnny G. Plate selaku Menkominfo berharap, proses penyambungan kabel laut yang berada di kedalaman 4.050 meter ini selesai secepatnya agar layanan telekomunikasi di empat wilayah di Papua kembali normal.

\”Kami  harapkan ini bisa selesai dalam satu minggu ke depan paling lambat, setidaknya di bulan ini pemulihan operasi ke kapasitas semula itu bisa dilakukan,\” kata Johnny

Johnny mengatakan, PT. Telkom menargetkan penyelesaian perbaikan pada 7 Juni 2021 tetapi terdapat beberapa tantangan yang dihadapi saat proses penyambungan kabel, salah satunya faktor cuaca, yaitu adanya Siklon Tropis Choi-Wan di sekitar Samudera Pasifik sebelah utara Papua Barat-Papua sehingga menurunkan kecepatan kapal (5-7 Knots dari kecepatan normal 9 Knots) dan menyebabkan delay.

\”Saya dapat kabar dari PT. Telkom yang mengatakan bahwa seharusnya semalem sudah bisa diselesaikan namun lagi lagi terjadi cuaca yang buruk di laut di sekitar wilayah terputus kabel sehingga operasi pemulihan masih membutuhkan waktu, nanti detilnya disampaikan Dirut Telkom Indonesia,\” kata Johnny

Johnny menjelaskan juga bahwa proses penyambungan tidak mudah karena kabel laut berada di kedalaman 4000 meter yang memiliki tekanan 400 bar. Proses penyambungan ini membutuhkan peralatan khusus yaitu penggelaran melalui kapal dan hanya ada empat kapal yang mendukung penyambungan kabel bawah laut tersebut.

\”Di Indonesia ini hanya ada empat kapal yang mungkin dan mampu untuk melakukan penggelaran kabel bawah laut, dua diantaranya tidak berfungsi, satu sedang melakukan overhaul dan maintainance, jadi hanya tersisa satu kapal, satu-satunya kapal itulah yang digunakan oleh PT. Telkom untuk menggelar dan mengangkat kabel yang terputus dan menyambung kabelnya dilakukan dari wilayah timur ke barat,” Ungkapnya

Menteri Kominfo juga mengatakan bahwa putusnya kabel laut tersebut berdampak pada sepertiga total trafik normal sistem komunikasi seluruh Papua, yaitu sekitar 154 dari total 464 Gbps. Adapun area yang terdampak gangguan di Papua berada pada 4 titik, yaitu kota Jayapura, Abepura, Sentani, juga Sarmi.

\”Ini saya tekankan karena ada kesan seolah olah putusnya kabel tersebut mengakibatkan total black out di Papua, tidak betul, yang betul itu terdampak pada 154 dari 464 GBPS dan area terdampak gangguan itu pada empat titik yaitu kota Jayapura, Abepura, Sentani dan Sarmi, ukan di seluruh Papua,\” Tegasnya

Dalam menanggulangi kejadian ini, Kementerian Kominfo terus melakukan koordinasi rutin dengan PT. Telkom dalam upaya penanganan dan pemulihan jaringan di wilayah terdampak. Selain itu, Kementerian Kominfo juga telah mengirimkan surat kepada PT. Telkom untuk memberikan penjaminan perlindungan bagi konsumen yang terdampak.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kementerian Kominfo bahwa PT. Telkom telah melakukan langkah mitigasi langsung melalui aktivasi jaringan backup secara bertahap, dimulai dari layanan suara hingga layanan data yang menyesuaikan ketersediaan bandwidth

Johnny mengungkapkan pada tanggal 17 Mei 2021 jaringan backup tersebut telah mencapai total kapasitas 4,7 Gbps, ditunjang oleh pemanfaatan link satelit sebesar 2.662 Mbps, radio long haul Palapa Ring Timur sebesar 500 Mbps, dan radio long haul Sarmi-Biak sebesar 1.600 Mbps.

Ia juga menjelaskan untuk mengamankan kualitas layanan pada saat proses penyambungan, Telkom juga menyediakan backup link khususnya untuk wilayah Manokwari dan Biak sebesar 40 Gbps melalui Palapa Ring Timur

Selain itu sebagai upaya mitigasi jangka panjang, PT. Telkom telah memulai pembangunan jalur baru kabel laut Jayapura-Sarmi-Waisai sepanjang 1.141 kilometer dan Kementerian Kominfo juga akan terus mengawal serta membangun infrastruktur, baik kabel serat optik hingga base transceiver stations (BTS) untuk memperkuat sistem telekomunikasi di Indonesia. (Akim)

Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan
LIPUTAN4.COM Kami ingin menunjukkan kepada Anda pemberitahuan untuk berita dan pembaruan terbaru.
Dismiss
Allow Notifications