Terduga Pelaku Pendorongan Gusti Di Sungai Mahakam di Amankan Kepolisian

e9333e9912c31b853691aef68705b47d 20112008544216391 1

LIPUTAN4.COM, SAMARINDA

Teka-teki penyebab kematian Gusti Dwi Prasojo di Sungai Mahakam mulai menemui titik terang menyusul ditangkapnya JS, seorang terduga pelaku yang disebut-sebut mendorong Gusti ke Sungai Mahakam saat kejadian Selasa (17/11/2020) dini hari lalu saat duduk santai alias nongkrong bersama rekannya Muhammad Zidan Maulana di Tepian Mahakam, tepatnya di depan Gang Raudah, Teluk Lerong Ilir, Samarinda.

Jajaran dari Polsek Samarinda Ulu, Polresta Samarinda serta Polda Kaltim menangkap JS di Pelabuhan Parepare, Sulawesi Selatan, setelah berangkat dari Samarinda.

Awalnya penangkapan JS dari hasil penyelidikan Polsek Samarinda Ulu, Polresta Samarinda dan Polda Kaltim. Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah saat ditemui di Mapolresta Samarinda Jumat (20/11/2020) hari ini mengatakan pihaknya berhasil mengetahui identitas para pelaku salah satu diantaranya adalah JS berdasarkan petunjuk yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), barang bukti, hasil autopsi, serta keterangan dari berbagai pihak.
“Ada 9 saksi yang kami mintai keterangan mulai dari rekan korban serta keluarga korban,” jelas Yuliansyah.

e9333e9912c31b853691aef68705b47d 20112008544216391
Kompol Yuliansyah saat di temui di Mapolresta Samarinda

Setelah mengetahui identitas para pelaku dan dari petunjuk yang ada, diketahui JS berada di Parepare. JS menuju Parepare  menggunakan KM Aditya dari Pelabuhan Samarinda Jalan Yos Sudarso Kelurahan Karang Mumus Samarinda Kota pada Kamis (19/11/2020) pagi kemarin dan sandar di Pelabuhan Parepare sekitar pukul 19.00 WITA malam. “Anggota kami langsung kesana dan stand by, saat  kapal sandar, langsung kami amankan di dalam kapal,” ungkapnya. “Saat ini kami masih mendalami keterangan JS,” sambung Yuliansyah.

JS diduga ke Parepare untuk menghilangkan jejak.  “Dia mau menghilangkan jejak, tetapi kami berhasil mengamankan sebelum lebih dia menghilang,” sebutnya.

Yuliansyah menerangkan berdasarkan bekas luka yang terlihat pada jasad Gusti ada luka di bagian bawah leher. “Belum diketahui apa penyebabnya, apakah benturan sebelum didorong atau hal lain, karena kami masih menunggu hasil otopsi dari dokter,” ucap Yuliansyah.

Berdasarkan keterangan dari ibu almarhum,  saat itu anaknya membawa uang senilai Rp1,7 juta. “Itu keterangan dari ibu korban, dan uang tersebut tidak ada kami temukan pada jasad korban, juga kantong celananya saat jasadnya ditemukan kondisi terkeluar,” sebut Yuliansyah.

Polisi masih memburu satu pelaku lainnya, yang diduga juga terlibat dalam kejadian tersebut. 

Diberitakan sebelumnya Selasa (17/11/2020) dini hari lalu pukul 02.00 WITa. Gusti bersama temannya, nongkrong di turap beton Tepian Mahakam di Jalan RE Martadinata, Teluk Lerong Ilir. Kemudian ada dua orang lain tak dikenal mendatangi gusti dan kemudian mendorong Gusti dan temannya, hingga tercebur ke Mahakam. Kemudian dua orang itu pun kabur.

Foto saat tim sar melakukan penyisiran
Saat menerima informasi dan dinyatakan positif, Tim Sar beserta Relawan Kota Samarinda bergerak menuju tkp dan melakukan penyisiran

Pencarian dimulai di hari yang sama. Bahkan, tim SAR gabungan selain melakukan penyisiran sungai juga melakukan penyelaman. Kasus itu dalam penyelidikan kepolisian, setelah Rabu (18/11), Satreskrim Polresta Samarinda melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply