Terbuai Rayuan Maut Gadis di Bawah Umur Asal Kecamatan Pakong Di Gagahi Hingga 2 Kali.

PAMEKASAN|LIPUTAN4.COM – Gadis di bawah umur Mawar (Nama samaran) warga Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, harus menanggung malu setelah menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh FW yang tak lain adalah kekasihnya sendiri.

Hal ini diungkap Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari, S.I.K, MM melalui Kasubbag Humas Polres Pamekasan, AKP Nining Dyah, “Pelaku Bernama Moh Fawaid (21) warga Kecamatan Pakong. kejadian itu bermula saat keduanya menjalin hubungan asmara, Korban, statusnya masih pelajar ” tuturnya AKP Nining Dyah. Jumat (17/01/2020).


FW mengiming – imingi anak di bawah umur itu akan dinikahi sebelum melakukan hubungan layaknya suami istri. Agar mawar percaya.

Mawar mengaku disetubuhi pacarnya sebanyak dua kali di sebuah rumah kos di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, pada Selasa (14/1/2020) malam.

Setelah kejadian, pelaku mengantarkan mawar pulang ke rumahnya.Namun, Mawar hanya minta diturunkan di Pasar Pakong.

Setelah itu, Mawar meminta dijemput kepada pamannya.
Kemudian, bersama pamannya, mawar pulang ke rumahnya.
Sesampai di rumahnya, mawar langsung mengadu kepada orang tuanya.

KULIAH GRATIS BEASISWA

Di rumahnya, Mawar menyebut bahwa dirinya telah disetubuhi dua kali oleh pelaku.
Mendengar hal itu, orang tua mawar langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pamekasan.

“Pelaku sudah kami amankan dan sudah ada di Rumah Tahanan (rutan) Polres Pamekasan,” Jelas AKBP Djoko Lestri melalui Kasubbag Humas Polres Pamekasan AKP Nining Dyah.

AKP Nining Dyah menyebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari kejadian itu.

Barang bukti yang diamankan di antaranya, ” satu buah celana jeans warna biru dan satu buah BH warna hitam.” Jelasnya

Kemudian, “ada satu buah sweeter rajut warna abu-abu, satu buah kerudung pasmina warna abu-abu, dan satu buah CD warna hitam bermotif polkadot.” Tambah Nining

Lebih lanjut, AKP Nining Dyah menyebut, tersangka dikenakan pasal 81 ayat (2) Jo pasal 76D subs pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76E, UU RI No. 17 tahun 2016.

” pelaku ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 5 tahun penjara.” Lugasnya.