Tender Harga CPO Naik, Petani Sawit Ini Berharap Pemerintah Serius Awasi Penetapan Harga TBS

Tender Harga Cpo Naik, Petani Sawit Ini Berharap Pemerintah Serius Awasi Penetapan Harga Tbs

Liputan4.com, Bengkalis-Riau – Pertanggal 27 Juli 2022, tender harga CPO di PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tertulis naik menjadi Rp 9.425/Kg. Yang mana sebelumnya per tanggal 26 Juli 2022 lalu mencapai Rp 9.375/Kg.

Namun kenaikan harga itu sepertinya tidaklah dinikmati para petani sawit swadaya yang ada di seputaran wilayah Kabupaten Bengkalis, khususnya Kecamatan Pinggir sekitarnya.


Hal itu dikatakan langsung oleh salah seorang petani sawit yang ada di Kecamatan Pinggir, Tumbur Op Nainggolan. Ia menyampaikan kepada Liputan4.com, (27/7/22), bahwa harga tender cpo yang saat ini naik, tidak sesuai dengan harga jual TBS masyarakat dilapangan.

“Harga tender cpo infonya naik saat ini. Akan tetapi kenyataannya, harga itu menurut saya tidaklah sampai dinikmati para petani seperti kami. Pasalnya harga TBS saat ini dilapangan hanya dihargai berkisar Rp 1.350/kg sampai dengan Rp. 1.450/kg. Bahkan ada yang sampai harga Ro 1.150/kg, belum lagi potongannya. Namun kami yakin, badai pasti berlalu”, ucap Tumbur OP Nainggolan.

Masih Tumbur OP Nainggolan, “sebagi petani, kami berharap pemerintah setempat melalui dinas perkebunannya agar aktiflah melakukan pengawasan terhadap para perusahaan pengolah TBS yang ada di wilayah Kabupaten Bengkalis, khususnya Kecamatan Pinggir. Mohonlah agar ditindak para perusahaan pengolah TBS yang membeli TBS masyarakat dengan harga yang dibawa harga yang telah ditetapkan pihak Dinas terkait itu. Jangan hanya terima laporan saja, turunlah kelapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya”, harapnya.

Selain itu, ia juga bermohon agar pihak perusahaan pengolah TBS yang ada, untuk tidak mengambil keuntungan terlalu besar.

“Bukan mau mencampuri urasan pihak perusahaan pengolah TBS, namun selaku petani sawit, kami bermohon agar pihak perusahaan juga janganlah terlalu mengambil keuntungan yang besar dari kami petani ini. Kami sangat paham hitung-hitungan pabrik. Mau cari OR/Minyak berapa sebenarnya pabrik itu. Belum lagi turunan dari TBS ini, seperti PK (inti), cangkang sawitnya, serta jangkosnya, yang memiliki harga jual. Seharusnya semua turunan sawit itu dirata-ratakan untuk menentukan harga TBS masyarakat. Belum lagi potongan dan pph nya yang harus ditanggung kami petani dan pengepul tbs ini, ungkapnya kemudian.

Print Friendly, Pdf & Email