News  

TB-HIV Care Aisyiyah Jeneponto Kolaborasi Aksi Eliminasi TBC Menuju SDGs 2030

Sebanyak 25 peserta dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jeneponto mengikuti pelatihan Capacity Building of CSO Management Programmer dan Management Voulenterism, di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga Jeneponto, berlansung selama tiga hari dari 01-03 desember 2018.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat manajemen program dan manajemen relawan dalam penanggulangan TBC di Jenoponto. diperkenalkan pula mengenai pembangunan berkelanjutan atau disebut SDGs 2030.


Salah satu poin dari 17 Tujuan Pembangunan SDGs adalah terkait kesehatan, yakni Kesehatan yang baik menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Bebas dari segala penyakit, termasuk saat ini jadi problem global adalah penyakit TBC. untuk itulah kami mencoba mengurai salah satu poin tujuan SDGs yakni kesehatan, sebab yang kami lakukan saat ini melakukan percepatan eliminasi TB,
“kami datangkan fasilitator salah duta PBB untuk SDGs, yakni bang Hendryadi, beliau juga adalah fasilitator berkeja di Unicef wilayah Sulawesi”. ujar Muh Syahrir Direktur Shihha Institute, yang selama ini jadi mitra dalam penanggulangan TB bersama Communty TBC-HIV Care Aisyiyah Jeneponto.

Dalam kegiatan tersebut Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jeneponto, yang terdiri dari organisasi otonom muhammadiyah diantaranya, Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiyatul Aisyiyah, IPM, IMM, bertekad mewujudkan tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Hal ini diungkapkan saat penutupan pelatihan Capacity Building.

KULIAH GRATIS BEASISWA

Ketua Pemuda Muhammadiyah Jeneponto, Muh Ruslan mewakili AMM, menyatakan tekad secara bersama untuk mengambil peran dalam mewujudkan tujuan SDGs 2030, “selama tiga hari kegiatan ini, kami telah menggagas beberapa konsep program untuk mengambil peran sebagai pemuda dalam mewujudkan SDGs, dalam waktu dekat kami akan lakukan sensing ke beberapa stakeholder baik pada pemerintah maupun pemuda desa yang akan jadi percontohan”.

Hendryadi, fasilitator kegiatan menyatakan di hadapan peserta bahwa SDGs mungkin terdengar asing ataupun sulit pada awalnya. Namun pada esensinya, kontribusi kepada SDGs dapat dilakukan dengan hal-hal kecil disekitar kita. Satu aksi kecil yang dilakukan pemuda untuk negeri ini sangat berarti dalam menentukan tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan ini.

Tujuan SDGs melanjutkan semangat MDGs yaitu untuk mengurangi jumlah kemiskinan, dan menambahkan agenda terkait seperti melawan ketidak adilan dan diskriminasi, peningkatan taraf pendidikan dan kesehatan, serta pelestarian lingkungan.”Nah diharapkan peran pemuda sebagai pengaruh utama perubahan dapat berpartisipasi aktif dalam SDGs. Memanfaatkan momentum bonus demografi yang tinggi, keterlibatan pemuda dapat menjadi penyambung pada rantai yang belum dapat disempurnakan pada MDGs yang terdahulu”, Ungkap Hendry yang juga Founder Sahabat Pulau yang pernah tampil di Kick Andy.