Tak Sekadar Pameran, Butuh Inovasi Marketing Angkat Ukm

Tak Sekadar Pameran, Butuh Inovasi Marketing Angkat Ukm

Pameran Inacraft 2022 yang digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta, menawarkan pelbagai produk wisata dan komunikasi yang berguna bagi usaha pariwisata di Indonesia.

Dunia pariwisata Indonesia selalu menawarkan pemandangan, pantai, alam, dan produk kebudayaan tradisional lain, yang mampu menarik perhatian dan minat turis domestik dan mancanegara.


Tak salah bila pariwisata memberi harapan cerah bagi masa depan ekonomi bangsa.

Dari Sabang hingga Merauke, bumi Indonesia diberkati dengan tersedianya lokasi wisata memikat.

Pertanyaan penting, bagaimana obyek wisata itu dapat mengangkat derajat hidup ekonomi rakyat? Bagaimana pula UKM dibantu dan didampingi hingga mandiri di tengah suasana kompetitif saat ini?

Pemerintah lewat kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif terus memacu usaha-usaha pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pameran Inacraft 2022 merupakan salah satu pameran cukup besar yang digelar sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Banyak pengunjung yang datang dan berinteraksi dengan petikan di stan-stan tersedia. Ada antusiasme yang terpantau di situ.

Melihat pameran yang besar seperti ini, Inve Korianto, director di PT. Media Wisata Indonesia, yang bergerak di bidang informasi pariwisata, ikut memantau pameran ini.

“Saya datang untuk melihat potensi stan mana yang mungkin bisa bermitra dengan kami demi pengembangan usaha. Saya cukup senang, karena ini event besar yang dilaksanakan pasca pamdemi Covid-19,” tutur Inve Korianto.

Dari semua stan yang ia amati, Inve berharap, pemerintah dan para pembina UKM seperti dari BUMN, kementerian, dinas terkait, pemprov, pemkot, bisa benar-benar menjadi pengasuh yang baik bagi UKM-UKM ini.

Tidak sekadar pameran, tapi para UKM itu perlu dibekali dengan pengetahuan digital marketing agar harkat UKM ini bisa terangkat. Itu yang dia maksudkan dengan peningkatan, tidak sekadar pameran semata. Perlu ada inovasi dalam marketing.

Menurut Inve, perlu ada kemudahan bagi UKM untuk mendapatkan modal, walau sudah ada KUR (Kredit Usaha Rakyat). Bagi Inve, pameran saja belum cukup dan belum maksimal, masih perlu dikembangkan.

Satu hal lagi, tambah Inve, kalau ingin promosi, bisa diajak kerja sama dengan teman-teman dari para pecinta digital atau literasi digital agar mereka bisa membantu UKM.

UKM itu sudah harus bisa menanjak ke level yang lebih atas lagi, setidaknya mereka punya website sendiri. Website tidak terlalu mahal, dibandingkan buka toko.

Website bisa “membuka” dunia. Produk kita bisa dikenal dunia, tapi dengan cara pengelolaan website yang benar.

Seharusnya BUMN dan perbankan bisa memberi support kemudahan untuk UKM itu sendiri. Bisa membina, dari bagaimana UKM itu diberi modal, disupervisi hingga naik ke level atas.

Toh para UKM itu merupakan nasabah bank mereka juga. Sehingga ada peningkatan income dan bank bersangkutan juga meningkat pendapatan mereka.

Sebagai pengunjung dan orang yang bekerja di bidang wisata dan perjalanan, Inve berharap pameran seperti ini akan semakin lebih baik lagi.

“Inakraf sendiri dan panitianya harus lebih baik lagi. Tidak terkesan hanya ada pameran, tetapi perlu ada inovasi terbaru,” tutur Inve dari Media Wisata Indonesia. * (Rika)