Papua  

Tak Punya Tempat Jual Noken, PMKRI Mimika Usulkan Pemda Sediakan Tempat Bagi Mama Papua

Tak Punya Tempat Jual Noken, Pmkri Mimika Usulkan Pemda Sediakan Tempat Bagi Mama Papua
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Timika Santha Theresia

TIMIKA | Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Timika Santha Theresia mengusulkan kepada pemerintah daerah agar menyediakan tempat pemasaran noken milik mama -mama papua.

PMKRI melihat persoalan harus diperhatikan oleh pemerintah daerah, hal ini perlu disampaikan karena selama ini mama-mama Papua hanya berjualan di pinggiran jalan Budi utomo, bundaran Timika indah dan sekitarnya. Sampai hari ini mereka memiliki tempat khusus dalam memasarkan maupun menjual noken tersebut tersebut belum tertata dengan baik.

Diketahui, berdasarkan hasil observasi bahwa tempat-tempat pemasaran/penjualan noken tersebut tersebar di beberapa titik lokasi diantaranya Timika indah, jalan sempan, Bandara Timika, Jalan budi utomo, jln. Cendrawasi, pasar lama, kuala kencana, pinggiran jalan Irigasi, Pinggiran jalan. Sp2, pinggiran jalan Mambesak, pinggiran jalan Seruimekar, pinggiran jalan Meuw, pinggiran jalan Jeruk, dengan jumlah penjual paling banyak di Timika indah oleh mama Papua.

Selaras dengan hal diatas ditambahkan oleh presidium Gerakan kemasyarakatan Vandrio Ambut bahwa, pemerintah telah berupaya membangun tempat penjualan di pasar sentral, Pasar baru, namun tidak efektif pasalnya sampai hari ini tempat tersebut tidak mampu menampung masyarakat yang berjualan noken, untuk itu masyarakat memilih tempat di pinggiran jalan untuk berjualan.

“Kami mengusulkan agar pemkab segera untuk membangun suatu tempat/bangunan khusus Galery pemasaran/penjualan yang secara khusus bukan hanya noken, yang didalamnya juga menjual/memasarkan budaya produk lokal lainya seperti ukiran patung, pernak-pernik khas papua, dan juga produk lokal kuliner khas papua, sekaligus memfasilitasi pelatihan dan pemdampingan dalam pengembangan usaha tersebut,” ujar Vandrio.

Dikatakan, hal tersebut juga selaras dengan Peraturan pemerintah RI Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah paragraf 2 penyediaan tempat promosi dan pengembangan usaha mikro kecil dan usaha kecil pada infrastruktur publik pasal 60,61,62,63,64,65,66,67.

Sementara itu, Ketua presidium PMKRI Cab Timika Santha Theresia, John Rifaldo Fautngilyanan mengaku bahwa telah menyampaikan hasil kajian mengenai strategi pengembangan produk lokal dengan mendorong dengan adanya pembangunan galery khusus pemasaran produk-produk lokal di Kabupaten Mimika.

“Kemarin kami telah sampaikan ke Bapeda hasil kajian tersebut, juga kajian kami ini diusulkan dan telah dibahas dalam pembahasan Optimalisasi Pilar-pilar SDGs(Sustainable Development Goals) atau tujuan pembangunan berkelanjutan
dan diusulkan dalam rekomendasi PMKRI secara Nasional di Forum KSN di Manado tanggal 21-27 salah satunya mendorong UMKM produk lokal yang berbasis pada lingkungan,” ungkap Jhon.

Jhon berharap kedepannya ini harus menjadi fokus perhatian pemerintah pusat sampai ke daerah khususnya pemkab mimika dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat papua melalui noken, dan beberapa produk budaya lokal lainya seperti ukiran patung, anyaman, pernak-pernik khas papua, kuliner khas papua dan produk-produk lokal khas papua lainya.