Surat Terbuka Kepada Bupati Aceh Utara

IMG 20201120 131501

Liputan4.com, Aceh Utara,Merasa daerahnya luput dari perhatian Pemerintah, LSM KPK Aceh Utara angkat bicara Terkait jalan Kecamatan Langkahan , Jumat (20/11/2020), menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati dan DPRK Aceh Utara.

Berikut ini adalah kutipan lengkap surat terbuka yang dituliskan oleh Hasannudin Ahmad (Om san)

Dukungan dan kesetiaan masyarakat  Kecamatan Langkahan terhadap Bupati H Muhammad Thaib  dan Wakil Bupati Tgk Fauzi Yusuf Aceh Utara , tak perlu diragukan. Pilkada tahun 2017 -2022 menjadi bukti bahwa masyarakat Kecamatan Langkahan telah menjatuhkan pilihan hati pada pasangan . (cek mad dan sidom peng)
IMG 20201120 113434
Masyarakat memberikan suara dan kepercayaan kepada pasangan ini dengan harapan mereka lah yang mampu mendengarkan dan memperhatikan aspirasi serta nasib masyarakat Langkahan agar tidak tertinggal dengan kecamatan lain nya.

Cek mad&Sidom peng, belum mampu membalas jasa dengan berbagai bantuan modal usaha untuk semua masyarakat, tapi paling tidak mereka mampu memberikan secuil kepedulian sebagai bentuk balas budi atau balas jasa, dengan membangun jalan antar desa dari Cot bada Ke Desa Lebok pusaka, agar masyarakat bisa bernafas lega, saat melintasi jalan utama menuju pusat Kecamatan.

Tak hanya kepada Bupati dan wakil Bupati, dukungan dan kesetiaan tersebut di berikan oleh masyarakat Langkahan, juga kepada Caleg yang maju Dari Dapil 1, Aceh Utara sudah dijabat oleh anggota dewan yang berasal dari Dapil 1 khususnya dari kecamatan Langkahan.

Namun miris nya,Anggota DPRK yang dijabat oleh putra Langkahan, jalan lintas kecamatan seakan akan luput dari pandangan mata wakil rakyat, dan bahkan mereka terkesan tuli terhadap jeritan rakyat.

Kini masyarakat Langkahan hanya bisa pasrah dan berdoa, semoga Allah SWT, membukakan pintu hati, pendengar, penglihatan mereka, agar para pemimpin ini bisa  merasakan, mendengarkan.dan melihat jeritan kami rakyat Langkahan,
IMG 20201120 113212
Apa salah dan dosa kami, sehingga kami harus tiap hari menempuh jalan berbatu, di saat musim hujan kami harus melintasi jalan berlumpur dan di musim kemarau kami harus menghirup Debi, apakah kami hanya dipandang sebelah mata atau kami hanya dianggap penumpang hidup di Aceh Utara.

Reporter : SAIF ACEH

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply