Sudah Kantongi Ijin Lengkap, PT. BIS Siap Lakukan Eksploitasi Pertambangan

Sudah Kantongi Ijin Lengkap, Pt. Bis Siap Lakukan Eksploitasi Pertambangan

LIPUTAN4.COM || BANDUNG – PT. Bina Insanni Selaras ( PT. BIS ) pada awalnya adalah perusahaan yang bergerak di supplier bahan bakar minyak, berkantor pusat di Jalan Pinus Raya No. 56 Kota Bandung. Sejak tahun 2018 membuka sektor usaha pertambangan galian C (komoditas batuan) diwilayah Kecamatan Nagreg, Jum'at ( 01/04/2020).

PT. BIS merupakan salah satu perusahaan swasta yang memiliki IUP yang lengkap. Pertambangan PT. BIS ini terletak di Lingkar Nagreg Blok Citiis Desa Ciherang Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung Jawa Barat seluas kurang lebih 28 Ha. Dan mungkin satu-satunya pertambangan yang ada di wilayah Lingkar Nagreg yang memiliki   KTT (Kepala Teknik Tambang) bersertifikat. 


Sejak tahun 2018 PT. BIS sudah memiliki WIUP ( Wilayah Ijin Usaha Pertambangan) dari Kepala DPMPTSP ( Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Provinsi Jawa Barat pada tanggal 31/01/2018.

PT. BIS Berdasarkan keputusan Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Jawa Barat telah memiliki IUP OPP untuk komoditas tanah urug dengan No SK : 540/16/29.1.07.0/DPMPTSP/2020
dan untuk komoditas pasir batu dengan No SK : 540/17/29.1.07.0/DPMPTSP /2020, serta pada tanggal 24/04/2020 PT. BIS juga sudah mendapatkan IUP ekplorasi sebagai dasar legalitas perusahaan untuk bisa menjual hasil pertambangannya. 

Untuk menunjang kelancaran dan kemajuan usahanya PT. BIS juga didukung oleh tenaga profesional dibidangnya, selain itu PT. BIS senantiasa memberikan pelayanan terbaik dan meminimize resiko dalam menjalankan usahanya. Komitmen dan sinergitas selalu dibangun dengan semua stakeholder yang ada di wilayah pertambangan untuk memberikan manfaat ke masyarakat setempat. " Kami PT. BIS telah berkomitmen untuk membangun dan menata lingkungan sekitar serta memberikan dana CSR melalui BUMDES sebagai pengelolanya untuk kepentingan masyarakat setempat, " Ucap Asep salah seorang Manajemen PT. BIS. 

Ditemui di kantornya, Direktur Utama PT. BIS Adi Heryanto kepada liputan4.com menyampaikan, " Terkait ruislag tanah asset Desa Ciaro ini, komunikasi dengan Pemerintah Desa Ciaro telah kami lakukan sekitar tiga ke bulan yang lalu, bahkan pada tanggal 17/03/2020 kami beserta Kepala Desa dan BPD telah melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bandung di Soreang, membahas bagaimana mekanisme dan aturan terkait ruislag. 

" Ruislag ini menjadikan kami sangat hati-hati dalam mengambil keputusan, saat ini kami masih menantikan proses appraisal terhadap obyek tanah asset Desa Cairo yang berada satu hamparan dengan tanah milik kami. Setelah keluar appraisal, kami beserta Kepala Desa Ciaro akan menentukan langkah selanjutnya terkait ruislag ini, " Ungkap Adi. 

Lebih lanjut Adi Heryanto mengatakan,  karena saat ini banyak orang yang mencatut nama PT. BIS untuk kepentingan pribadi, kalau mau bertanya tentang legalitas usaha tinggal datang aja ke kantor dan bertemu dengan saya atau perwakilan saya dikantor jika saya tidak ada ditempat. 

" Saya menduga kejadian kemarin merupakan hasil settingan bukan murni aspirasi rekan Ormas /LSM, tapi saya tidak mempermasalahkan hal tersebut karena itu mutlak hak dari rekan Ormas/LSM tersebut, " Jelas Adi. 

Saya justru berharap kalau ada dari warga setempat yang mempunyai keahlian di pertambangan, bisa menjadi bagian dari team kami di PT. BIS. Dan kami tetap berkomitmen untuk memanfaatkan tenaga kerja setempat untuk bekerja dengan kami, " Pungkasnya. 

Penulis: kuswandi

[zombify_post]