PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

Stop Pekerjaan Jembatan BPD Desa Sukaindah, Respon Aduan Warga

Pewarta: REDAKSI Topik: Ekonomi & Bisnis, Jawa Barat
  • Bagikan
Stop Pekerjaan Jembatan BPD Desa Sukaindah, Respon Aduan Warga

Liputan4.com, Bekasi – BPD (Badan Permusyawatan Desa) Desa Sukaindah Kecamatan
Sukakarya Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat turun ke lokasi kegiatan pembangunan jembatan Tempat Pemakaman Umum (TPU), yang berlokasi di kampung Puloglatik Desa Sukaindah Kecamatan Sukakarya kabupaten Bekasi Provinsi Jawa barat, Rabu 08/09/21.

Bermula dari aduan dan keluhan dari warga setempat, Nita (46) yang mendatangi kantor BPD, Rabu, 8/9/2021, hal ini terkait uang kerohiman lahan yang di gunakan jualan bambu oleh orangtuanya sudah lanjut usia yang hanya mengandalkan berjualan bambu, belum jelas penyelesainnya tapi sudah mulai pengerjaannya.

“Saya datang mengadukan ke BPD supaya dapat kejelasan soal lahan usaha yang menjadi sumber mata pencarian orang tua saya, dimana orang tua saya yang udah tua hanya mengandalkan itu aja, ini belum jelas ceritanya kok udah di bangun, ini bikin saya keder ngadu ke mana, akhirnya saya datangin saja kantor BPD Minta di bantu supaya saya dapat hak saya” kata nita (46), Rabu 8/9/21.

Menyikapi hal ini Endang langsung mendampingi warganya turun ke lokasi pembangunan jembatan tersebut, dan menanyakan soal keluhan masyarakat sekaligus bertanya pada tukang yang sedang bekerja namun tidak ada Pelaksananya pembanguna  jembatan tersebut tidak ada ditempat, akhirnya Endang  menghentikan sementara kegiatan tersebut.

“Saat saya datengin lokasi pekerjaan tersebut ada tukang yang kerja akhirnya saya berentiin kerjanya sampai warga saya dapat kejelasan soal uang kerahiman yang tak kunjung di terimanya,” kata Endang saat di temui di lokasi pembangunan jembatan tempat pemakaman umum ( TPU ) CV. Tanjung Abadi Sejahtera dengan Pagu Anggaran Sebesar Rp 999.360.000, yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi Tahun 2021

Kemudian lanjut Endang, tukang melanjutkan pekerjaan, merasa tidak di gubris ia stop paksa pekerjaan dengan nada tinggi kepada pekerja yang ada di lokasi tersebut.”Melihat kerjaan di lanjut saya kesel bang, saya berentiin kerjaan tersebut dengan nada tinggi,”tutup Endang (ics)

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan