STIHSA Siap Gelar Perkuliahan PTM Di Bulan November

Stihsa Siap Gelar Perkuliahan Ptm Di Bulan November

 

BANJARMASIN, info banua. – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam (STIHSA) Banjarmasin akan memulai Perkuliahan Tatap Muka (PTM) terbatas mulai November mendatang.


ketua STIHSA Banjarmasin H Abdul Halim melalui wakil ketua tiga Fajrian Noor Anugrah mengatakan bahwa pihak karyawannya sudah divaksin seratus persen. Namun PTM di STIHSA belum bisa digelar lantaran Banjarmasin masih dalam Level PPKM yang tidak menentu

“Rencananya dimulai pada November tapi dengan syarat PPKM di Kota Banjarmasin sudah turun level,” ujarnya Minggu (31/10).

Terkait vaksinasi jelas Fajrian cakupan vaksinasi warga STIHSA rincinya sudah hampir 100 persen, mulai dari karyawan, dosen dan mahasiswa.

Semua mahasiswa sudah diminta untuk vaksin di tempat kesehatan terdekat mereka misalnya di puskesmas dan layanan vaksinasi massal.

Ruangan untuk PTM terbatas jelasnya juga sudah siap dengan ruangan yang lebih besar membuat kehadiran tetap bisa 100 persen.

“Ruangan yang siap sudah sangat luas sehingga walaupun berjarak tetap bisa satu angkatan ikut,” jelasnya.

Begitupun dengan sarana penerapan protokol kesehatan ujar Fajrian juga sudah siap seratus persen.

Meski begitu terang Fajrian tak semua angkatan mahasiswa dapat mengikuti PTM terbatas. Hanya angkatan 2018 hingga 2020 yang akan diperbolehkan. Sementara angkatan 2021 akan tetap mengikuti Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ) secara daring.

Syarat mengikuti PTM sendiri tambah Fajrian adalah dengan menunjukkan sertifikat vaksin Covid 19 bagi mahasiswa asal Banjarmasin.

Sedangkan bagi mahasiswa yang tinggal di luar daerah harus menunjukkan kartu vaksin, serta surat tes antigen negatif dan melakukan karantina mandiri selama seminggu sebelum perkuliahan.

Bagi mahasiswa yang tak bisa menunjukkan sertifikat vaksin ujar Fajrin maka tak bisa mengikuti PTM kecuali dinyatakan tak bisa divaksin lantaran penyakit bawaan.

Pihaknya pun ujarnya juga sudah memberikan pengertian kepada orangtua mahasiswa agar mau anaknya divaksin.

Namun tak dipungkirinya masih ada orangtua yang tak mau anaknya divaksin sehingga pada PTM terbatas nantinya tak bsia hadir.

“Walau tak mau divaksin dan tak bisa mengikuti PTM terbatas tetap mahasiswa bersangkutan akan menerima pembelajaran secara daring,” kata Fajrian.(Liputan 4.com/Feb).

 

Print Friendly, Pdf & Email