STBM Berhasil, Dinkes Jeneponto Cabut Status KLB di Garonggong 

JENEPONTO – Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) cukup berhasil di Garonggong, Desa Tujuh, Kecamatan Bangkala, Jeneponto.

Dinas Kesehatan Jeneponto telah mencabut status kejadian luar biasa (KLB) di wilayah itu. Di sana banyak warga sempat yang menderita leptospirosis dan typoid akibat sanitasi yang buruk.


“Sampai saat ini sudah tidak ada lagi kasus tambahan, maka status KLB yang ada di Garonggong dinyatakan dicabut,” ujar pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Syafruddin Nurdin, Rabu (29/5/2019).

Sebelumnya, Dinas Kesehatan menetapkan KLB sekaligus melakukan penyelidikan penyakit misterius yang menimpa warga Garonggong. Dinkes melibatkan Tim Gerak Cepat (TGC).

“Dari hasil penyelidikan dan hasil laboratorium bahwa diagnosis penyakit yang ada yakni leptospirosis dan typoid. Wilayah Garonggong adalah daerah endemis typoid,” kata Syafruddin.

“Pengelola daging kuda saat pesta adalah carier typoid dan menjadi penular typoid kepada orang lain yang mengonsumsi daging olahan tersebut,” lanjut Syafruddin.

Menurutnya, wilayah pemukiman di Garonggong memiliki sanitasi buruk. Rumah-rumah penduduk berdampingan dengan hewan ternak, kerbau, sapi, serta unggas. Di sekitar perkampungan, terdapat peternakan ayam industri dimana akses ke petenakan tersebut
melalui pemukiman penduduk.

Demikian juga, pola perilaku hidup bersih dan sehat, kebersihan perorangan sangat kurang, serta masih banyaknya masyarakat yang mengonsumsi air minum yang tidak dimasak adalah salah satu penyebab masuknya bakteri
ke dalam tubuh mereka.