Soal Insentif Covid Bagi Nakes, Ini Penjelasan Kadis Eirene

Reporter: Simron Yerifrans Topik: NTT
  • Bagikan
Soal Insentif Covid Bagi Nakes, Ini Penjelasan Kadis Eirene

Foto : Kepala Dinas Kesehatan TTS,dr Eirene Ate

Liputan4.com, Soe-TTS


Keluhan pembagian intensif Covid 19 maupun insentif Vaksinator di puskesmas puskesmas di Kabupaten Timor Tengah Selatan(TTS) hanya riak riak kecil yang seharusnya bisa diselesaikan secara internal.

Hal ini dikatakan Kadis Kesehatan Kabupaten TT, dr Eirene Ate saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis tanggal 2/9/2021. Kadis Eirene menjelaskan pembagian insentif Covid untuk tenaga kesehatan sudah ada juknisnya yaitu Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No 4239 tahun 2021.

Sebelum dilakukan pembayaran, ada beberapa tahapan berjenjang yang harus dilalui antara lain proses verifikasi oleh tim verifikator hingga upload ke sistem Inakes.
Disitu sudah ada tertera berapa besaran insentif,siapa yang harus dapat,apa yang dikerjakan.
Sesuai juknis,dana insentif dibayarkan langsung ke rekening masing-masing.

Dikatakan sebelum adanya dana covid,dirinya sudah memanggil dan mengingatkan para kepala puskesmas agar diatur secara transparan saat pembagian.

“Kita sudah panggil para Kapus untuk sampaikan soal intensif agar diatur secara baik dan transparan,sesuai beban dan resiko kerja. Intinya saat dapat insentif harus bersyukur dan ingat rekan rekan kerja yang ada disamping sehingga tidak ada masalah dan membuat rekan lain tidak nyaman”,ujar Kadis Eirene.

Lebih lanjut ujar Eirene,ia sering mengingatkan jika ada teman yang ikut terlibat dalam penanganan harus dibagi,jangan rakus. Sebaliknya jika tidak terlibat jangan kepanasan.
Keputusan pembagian ada di kapus sebagai kepala manajemen namun harus menggunakan hari nurani.

Terkait dengan ada keluhan dari beberapa Nakes antara lain Nakes Puskesmas Nule dan Puskesmas Kota,Kadis Eirene mengatakan hanya riak riak biasa yang bisa diselesaikan secara internal.

“Kita sudah dengar riak riak kecil soal pembagian insentif,itu bisa diselesaikan secara internal oleh kapus. Kalau sudah dapat insentif harus transparan dan bersyukur,jangan bakurufuk (berkelahi). Jika masih terus ada polemik bisa saja saya usul untuk hentikan insentif tahun depan”,tambah Kadis Eirene.

Ia berharap agar kepala puskesmas harus transparan dalam pembagian insentif sehingga jangan menciptakan ketidakharmonisan dan gangguan pelayanan di lingkungan kerja.

Dirinya mengerti keadaan nakes dalam keadaan Pandemi covid 19 yang harus bekerja ekstra namun pemerintah juga telah memberikan penghargaan melalui insentif meskipun sebelumnya ada insentif lain.

Ditanya sejauh ini sudah berapa pengaduan terkait insentif,ia mengatakan secara resmi belum ada namun ia tidak menampik jika ada riak riak kecil.

Untuk diketahui Tenaga kesehatan puskesmas Nulle komplain saat pembagian intensif Vaksinasi yang pembagiannya dinilai tidak transparan dan tidak adil.

Keluhan terjadi juga di puskesmas kota Soe yang mana ada beberapa Nakes mengaku kecewa dengan pembagian insentif Covid,karna tidak transparan dan tidak adil.

Print Friendly, Pdf & Email
  • Bagikan