Siswa Belajar Bergantian, Komisi IV DPRD Banjarmasin Ingatkan Jangan Jadi Klaster Baru.

2020 11 20 13.33.12

Liputan 4.com – Banjarmasin.

Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin meninjau Sekolah Menengah Pertama (SMP) 7 Banjarmasin yang segera menghelat belajar tatap muka di masa pandemi Covid-19. Tercatat, ada empat SMP yang melaksanakan belajar di kelas.

Salah satu sekolah yang dikunjungi adalah SMPN 7 Banjarmasin, Jalan Veteran. Tercatat, ada empat SMP yang menggelar belajar tatap muka di kelas, usai cukup lama berbulan-bulan melaksanakan sistem belajar jarak jauh atau daring.

Rencananya, Senin (23/11/2020), ada beberapa SMP yang akan kembali melaksanakan sistem belajar tatap muka di kelas, meski harus memperketat penerapan protokol kesehatan.

“Kami meninjau SMPN 7 Banjarmasin untuk memastikan bagaimana proses belajar mengajarnya, termasuk pelaksanaan protokol kesehatan,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Noorlatifah di sela kunjungan ke sekolah, Rabu (17/11/2020).

Politisi Golkar ini menilai dari pengamatan, secara keseluruhan sistem belajar tatap muka di SMP 7 sudah cukup baik ketaatan protokol kesehatan untuk terhindar dari penularan virus Corona.

“Baik saat di dalam kelas maupun pulangnya, semua pakai masker, jaga jarak untuk tidak berkerumun, serta ada fasilitas cuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh,” beber Lala, panggilan akrabnya.

Lala mengatakan pihaknya mengapresiasi simulasi belajar tatap muka di SMPN 7 Banjarmasin ini yang menerapkan protokol Kesehatan. Ia menegaskan DPRD meminta Dinas Pendidikan menetapkan formulasi terbaik pelajaran tatap muka untuk semua sekolah di masa pandemi Covid-19 ini.

“Setelah simulasi ini akan ada masa transisi hingga mengarah tatap muka di era new normal nanti,” kata Lala.

Menurut dia, DPRD Kota Banjarmasin pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka di masa pandemi Covid-19 ini, hingga benar-benar terlaksana sesuai harapan.

“Jangan sampai sekolah menjadi klaster baru penularan Covid-19 di daerah kita ini. Sebab, semua harus tetap waspada, jangan sampai kasus Covid-19 naik lagi, kita pertahankan wilayah zona hijau,” pesannya.

Senada itu, Kepala SMP 7 Banjarmasin Kabul memastikan untuk proses simulasi belajar tatap muka di sekolahnya di masa pandemi Covid-19ini, karena daerah sudah berstatus zona hijau, dengan menerapkan protokol Kesehatan yang ketat.

“Sejak masuk siswa diperiksa suhu tubuh, harus cuci tangan pakai sabun selain memakai masker yang standar,” ujarnya.

Dia menyebut  siswa belajar di kelas secara bergantian, setiap kelas hanya diisi 11 siswa, sehingga meminimalisir kerumunan di kelas.”Sebelum belajar, guru akan menyampaikan dulu pengarahan tentang protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurut Kabul, siswa yang boleh mengikuti simulasi belajar tatap muka ini harus disetujui orang tuanya.

“Jadi 82 persen atau 583 orang tua siswa setuju. Sisanya, 116 orang tua siswa tidak setuju, tentunya dengan alasan masing-masing, karena anaknya ada mengidap penyakit penyerta,” terangnya.

Kabul menjelaskan, bagi siswa yang tidak bisa mengikuti proses belajar tatap muka ini tetap dilayani secara daring. “Sebenarnya pelajaran tatap muka ini perpanjangan dari pembelajaran jarak jauh (PJJ), bukan pelajaran tatap muka spesial, karena materinya dikirim tiga hari sebelumnya, siswa yang datang ke sini yang membawa persoalan daringnya ke dalam kelas,” terangnya.

Empat sekolah yang diizinkan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menggelar simulasi belajar tatap muka tersebut adalah SMPN 7, SMPN 10, SMPN 12 dan SMPN 31 Banjarmasin.(Gt.Irwan S)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply