Sisipan Kisah Lucu Muktamar Ke-34, Menjelang Pemilihan Ketua Umum PBNU

Sisipan Kisah Lucu Muktamar Ke-34, Menjelang Pemilihan Ketua Umum Pbnu

Sisipan Kisah Lucu Muktamar Ke-34, Menjelang Pemilihan Ketua Umum Pbnu

LIPUTAN4.COM, Lampung- Event lima tahunan bagi warga nahdliyin adalah Muktamar yang bukan hanya memilih kepengurusan baru “ketua” PBNU untuk periode berikutnya saja, namun muktamar adalah sarana untuk membahas banyak hal terkait dengan isu keagamaan, kebangsaan, kemanusiaan, lingkungan hidup dan hal hal lain yang berat berat pokoknya. Pembahasan itu akan dilakukan dengan melibatkan para peserta utusan cabang cabang seluruh Indonesia ditambah dengan utusan dari cabang cabang khusus NU dari berbagai negara.


Meski sempat akan diundur karena faktor pendemi Covid 19, namun pada akhirnya Muktamar tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal meskipun harus melalui prosedur kesehatan yang lumayan ketat. Layaknya hari raya Idul Fitri “ba’dho-lebaran” maka jauh jauh hari para peserta sudah datang ke arena Muktamar yang disediakan oleh panita. Karena event ini suasana ba’dho bagi nahdliyin maka bukan hanya peserta yang terdaftar sebagai utusan saja yang datang ke Lampung, namun peserta yang tidak terdaftar alias Romli (rombongan liar) atau Muktamirin out nampaknya jauh lebih banyak jumlahnya. Para pengusaha hotel dan penginapan di sekitar area Muktamar benar benar panen sebab semua kamar yang disewakan telah penuh terisi bahkan sampai kamar kos kosan pun terpaksa disewakan pemilik untuk para pendatang yang hadir di Muktamar 34 Lampung.

Arena Muktamar menjadi oase bagi para warga nahdliyin yang haus untuk meneguk nikmatnya silaturahmi dan ngalap berkah dengan para alim ulama yang hadir setelah lima tahun lamanya serasa berpuasa sehingga muktamar adalah moment yang sangat ditunggu tunggu oleh warga nahdliyin umumnya

Banyak kisah tertoreh dalam perhelatan ini misalnya pada awalnya banyak diprediksi
Muktamar ke 34 ini akan berlangsung panas dan sengit karena sejak awal persaingan antar kandidat sudah mulai mengemuka dan “diam diam” rata rata diantara masing masing utusan sudah memiliki figur calon yang sudah dijagokan secara fanatik, namun setelah muktamar dimulai hal yang tampak dimuka semua baik baik saja para peserta tampak sumpringah meski fisik letih karena jadwal persidangan berlangsung secara maraton. Kasak kusuk team sukses masing masing kandidat hanya berkelebat seperti angin tak terlihat sebab rata rata ekspansi dan manuver menyasar kepada peserta terhubung melalui japri HP masing masing. Koordinasi pengarahan dari masing masing team sukses tidak begitu tampak, meskipun situasi tegang sudah tercium aromanya. Sampai pada malam menjelang pemilihan formatur dipermukaan masih tampak adem adem saja, hujan gerimis yang jatuh di langit Lampung nampaknya cukup untuk mendinginkan panasnya ekspektasi para kandidat maupun para team suksesnya. Hanya saja adu siasat berlangsung lewat piranti HP hal ini karena tampak para peserta di penginapan masing masing sibuk melakukan cash HPnya dan terlihat serius ketika mengoperasionalkan hpnya masing masing.

Sisipan Kisah Lucu Muktamar Ke-34, Menjelang Pemilihan Ketua Umum Pbnu

Malam sebelum prosesi pemilihan dilakukan maka dalam situasi tesebut nampak para kandidat dan para team sukses mampu memberikan teladan yang baik dengan tetap mengedepankan marwah yang terafirmasi.

Sebelumnya bertempat di gedung Serba Guna UIN Raden Intan, pada tahap pembahasan Tata Tertib memang sempat berlangsung panas karena terdapat perbedaan antar peserta muktamar soal pasal-pasal yang mau ditetapkan yaitu menyangkut aturan teknis proses penetapan calon ketua umum yang terdapat dalam pasal 22 dan 23 draf tata tertib muktamar, yang sedianya berlangsung tegang maka pada akhirnya tetap dingin dan ger geran.

Diluar gedung para Romli atau Muktakmirin out tampak biasa biasa saja, selain nampak hanya sibuk mengoperatorkan hapenya masing masing sambil duduk duduk klesotan di area gedung atau diarea serambi masjid yang luas dan megah. Dilihat dari jumlah Muktamirin Out yang hadir di berbagai titik lokasi Muktamar NU yaitu di Ponpes Darus Sa’addah Lampung Tengah, UIN Raden Intan, Universitas Malahayati maupun Universitas Lampung maka jumlahnya mencapai puluhan ribu berkali kali lipat dari daftar peserta yang disediakan oleh panitia yang berjumlah kurang lebih 1.959 Muktamirin dari seluruh Indonesia hingga mancanegara.

Malam menjelang puncak acara yang ditunggu tunggu yaitu pemilihan ketua Umum PBNU maka langit di Lampung menjatuhkan hujan rintik rintik yang menciptakan suasana adem, semoga rintik hujan tersebut membawa berkah untuk menyirami syahwat politik suksesi ketua umum PBNU yang berdalih “keumatan”. Semoga rintik hujan yang jatuh dari langit ke bumi Lampung mampu menjadi wasilah tentang budaya NU yang awalnya gegeran menjadi “ger geran” yang awalnya panas panasan menjadi adem ademan karena lucu lucuan.

Tradisi lucu lucuan sudah menjadi budaya dikalangan Nahdliyin sebab tingkah lucu lucuan tak pernah mati dari kehidupan orang – orang NU, humor cerdas akan terus hidup dalam dinamika NU. Dalam khazanah NU hal hal yang berkonotasi tegang dan serius bisa disikapi dengan canda tawa yang penuh kejenakaan, maka tak heran rata rata Kyai NU memiliki sense of humor yang komplek bahkan konon salah satu syarat untuk memiliki predikat Da’i atau Kyai NU maka harus memiliki conten dengan sisipan yang lucu nan jenaka dengan tetap menginternaslisasi dengan seksama materi ceramah yang sebenarnya berkonten serius dan dalam.

Tradisi lucu lucuan telah mengakar dikalangan NU hal ini karena tepola dari tradisi sejak di pesantren, hal inilah yang kemudian turut memengaruhi kultur keislaman NU yang luwes dan penuh toleran namun tetap serius tentunya. Masalah humor lucu dalam budaya NU adalah bagian internalisasi suasana batin warga nahdliyin yang telah membawa belangga amanah untuk mencintai agama sekaligus mencintai tanah air, hal ini akan terasa berat jika tidak di ekspresikan dengan cakrawala yang jenaka sebab disitulah sebenarnya kaidah pengertian khalifatul fil ard secara humanis.

Diantara serba serbi Muktamar 34 di lampung yang terkemas secara serius karena menyangkut visi muktamar sebagai mana tematiknya yaitu “Satu abad NU kemandirian dalam berkhidmat untuk peradaban dunia” maka tetap meyisakan pojok cerita jenaka beberapa diantaranya adalah :
1. Ada banyak diantara para peserta yang terpisah dengan rombongan karena tersebar dalam beberapa titik lokasi Muktamar. Didalam forum Muktamar ada peserta tiba tiba protes kepada pimpinan sidang agar panitia bertanggung jawab karena Simbah Kyai Syuriah hilang di Pom bensin karenanya meminta agar sidang ditunda sambil menunggu Simbah Kyai Syuriah ketemu dan dicari oleh panitia. Ditengah panas pembahasan Tatib para peserta lainnya terpaksa harus tertawa terbahak bahak terlebih dahulu. Hi hi hi hi hi hi hi hi hi
2. Beberapa peserta protes kepada pimpinan sidang agar panitia bertanggung jawab karena jarak yang saling berjauhan antara titik lokasi yang satu dengan yang lainnya maka membuat para peserta yang rata rata telah berusia sepuh menjadi kelelahan dan lapar dan tragisnya panitia hanya menyediakan konsumsi yang berupa nasi kotak padahal pada muktamar sebelumnya selalu prasmanan, karena hal tersebut maka peserta tersebut didalam acara forum persidangan dengan lantang malakukan ” siksaan apalagi yang akan dilakukan panitia kepada peserta..!????.”. Karena pernyataan yang lucu ini maka situasi panas karena pembahasan tatib tiba tiba menjadi ger geran. Ha ha ha ha ha ha ha ha ha
3. Sistem absen dan administrasi yang disediakan oleh panitia bersifat digital yaitu melalui barkode pada ID Card, karena hal tersebut peserta banyak yang melakukan protes karena rata rata para peserta adalah para Kyai yang sudah sepuh sepuh sehingga sering lupa membawa ID Cardnya sehingga Pimpinan sidang diminta untuk menindak petugas panitia yang dianggap menghalang halangi peserta yang tidak dapat masuk kedalam forum karena lupa membawa ID Card dan peserta lainnya mengusulkan sistem barkode digital tersebut agar diganti saja dengan sistem amalan doa sehari hari sebagai kata sandi untuk dapat masuk ke arena forum sidang muktamar. Karena usulan dari peserta tersebut maka suasana panas karena pembahasan Tatib kembali menjadi ger geran. He he he he he he he he he

Ada banyak kisah lucu tertoreh dalam Muktamar 34 Lampung untuk mencairkan suasana panas perebutan ketua umum PBNU periode 2021 – 2026. Kiranya menjelang pemilihan ketua umum yang sempat berhawa panas semoga akan berakhir dengan “happy ending”, yang awalnya gegeran akan berakhir dengan ke “ger-geran”.

Siapapun yang terpilih….
Wk wk wk wk wk wk wk wk

Bersambung…..
Oleh : Sofyan Mohammad**
————————————————————————–
* Penulis adalah Muktamirin Out yang bertugas melayani para Muaziz PCNU Kota Salatiga yang hadir sebagai peserta.

————————————————————————–
Area Muktamar Lampung, 23.//21. 20.00 WIB

Print Friendly, Pdf & Email