“SIDANG SUYADI AKTIVIS (FPMN)” YAKINKAN VONIS BEBAS

Persidangan kasus dalam perkara dugaan pengerusakan aset Pemkab Nganjuk dengan terdakwa lima aktifis Forum Peduli Masyarakat Ngepung (FPMN) akan membacakan berkas pledoi atau nota pembelaan.&Quot;Sidang Suyadi Aktivis (Fpmn)&Quot; Yakinkan Vonis Bebas

Salah satu anggota Tim Penasehat hukum Suyadi Cs, Gundik Sintara dan Patners mengatakan dua berkas pledoi itu masing-masing disusun oleh Tim Kuasa Hukum sendiri.


“‎Deskripsi singkat ini agar pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan kasus ini hingga penentuan nasib yang dialami dan diterima oleh Suyadi Cs,” ujar Gundik saat siaran pers di dalam pemasyarakatan II B Nganjuk, Kamis (30/4/2020).

Anggota Tim Penasehat Hukum Suyadi Cs lainnya, Yusuf Wibisono menambahkan Ahok memutuskan menulis sendiri nota pembelaannya dan mempersilahkan menyusun pledoi di berkas lain.

“Para aktifis FPMN sengaja dijeratkan dengan kasus hukum yang tidak lazim dalam sebuah sub-system negara demokrasi yang menyampaikan pendapat dimuka umum melalui regulasi yang diatur dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan lainnya,” ujar Yusuf

Ditambahkan Yusuf, berkas pledoi itu sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelum persidangan hari ini. Berkas pledoi yang dibacakan Tim Kuasa Hukum Suyadi Cs merupakan merupakan penyempurnaan setelah pembacaan tuntutan untuk Suyadi Cs pada sidang ke-4 pada Kamis (30/4/2020) hari ini.

Menurut Yusuf, isi pledoi ini akan berfokus pada pendapatnya mengenai proses persidangan Suyadi Cs, itu juga akan mencurahkan semua perasaan dan pengalamannya serta prinsip hidupnya.

Sedangkan isi pledoi ini akan membahas status aktifis Desa Ngepung sebagai terdakwa dugaan pengerusakan aset Pemkab Nganjuk. Pledoi itu juga menyoroti keabsahan barang bukti di persidangan Suyadi Cs berdasar pasal 179 KUHAP yang disangkakan.

Dia optimistis, berkas pledoi tersebut akan meyakinkan Majelis Hakim untuk memberikan vonis bebas bagi Suyadi Cs.

“Saya minta majelis hakim agar membebaskan aktifis Itu usaha kami. Kalau bicara optimis, ya saya selalu optimis,” kata Yusuf.

Terkait adanya rencana sidang lanjutan Minggu depan, pihaknya mengaku tidak khawatir. Dia meyakini Majelis Hakim tetap bisa memberikan keputusan secara obyektif.

“Tidak masalah. Perkara-perkara begini memang biasa dan kami akan all out,” jawab yusuf.

Adapun Ketua FPMN Suyadi mengatakan pihaknya tetep menghormati putusan dari pihak jaksa, tetap berjuang meskipun salah satu rekan kami sakit di bawah di RSUD ungkapnya keawak media LIPUTAN4