Menhub Larang Transportasi Online Bakar Duit, Ini Alasannya

Dengan alasan menjaga persaingan transportasi online agar lebih sehat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan melarang praktik bakar duit.

Istilah bakar duit adalah praktik diskon tarif yang selama ini diberlakukan salah satu operator.

Praktik ini disebut sebagai strategi bakar duit yang tidak sehat bagi industri transportasi online.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menjelaskan aturan ini nantinya tidak memperbolehkan adanya diskon-diskon yang bersifat predatory pricing oleh satu pihak tertentu, supaya persaingan lebih setara.

Budi mengatakan, pemerintah ingin dua-duanya hidup supaya terjadi kompetisi. Untuk mencapai itu ada dua yang harus dilakukan, yakni equality (kesetaraan), perlakuan sama terhadap dua (operator) ini dan equilibrium, harga sesuai keinginan aplikator, pengemudi dan pengguna.

“Makanya kita atur, tidak ada diskon-diskon yang bakar duit oleh satu pihak tertentu supaya dia tetap equal,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (4/6/2019).

Intinya, menurut Budi Karya, pengemudi dan pengguna tidak boleh mendapatkan diskon yang tidak proporsional dari siapapun itu.

Terkait equilibrium harga, Kemenhub akan melakukan evaluasi segera setelah Lebaran ini berdasarkan survei yang menyasar lebih dari 2.500 partisipan.

“Dari situ kita tahu preferensi pengemudi maupun pengguna. Hasilnya sudah ada, tetapi nggak mungkin saya berlakukan tanpa sosialisasi. Yang kemarin sudah berlaku. Tapi yang mau dievaluasi baru akan dilakukan,” jelas Menhub.

Banner iklan disini

Pos terkait