Tak Hanya Geluti Dunia Kesehatan, Dokter asal Papua Ini juga Jadi Perancang Busana

Tak Hanya Geluti Dunia Kesehatan, Dokter Asal Papua Ini Juga Jadi Perancang Busana

JAKARTA | Hal ini baru pertama kali ikut di Indonesia Fashion
Week 2022. Saya bersyukur sekali karena event yang waktu itu gembar gembor sebelum covid saya masih mengawang-awang ternyata ada kesempatan nyah mengikuti Indonesia Fashion Week covid selesai baru bisa ada kemunculan ini.

Hal ini diutarakan Pemilik Busana Brand DR RR dr Rosaline Irene Rumaseuw MKes kepada Liputan4.com diacara Pameran Indonesia Fashion Week 2022 di Gedung Jakarta Convention Center, Jakarta baru-baru ini

Menurut dr Rosaline Irene Rumaseuw, jadi pameran ini merupakan suatu anugerah bagi saya. Saya perancang busana dari Papua. Jadi fiur saya mulai datang dari pertama kali saya muncul, saya datang memunculkan busana Cendrawasih lalu kali kedua saya muncul lagi dengan busana piring resah-resah.

Lanjutnya lagi, apa itu piring resah-resah, piring resah-resah itu kalau untuk diadat istiadat dipapua saereri sebagai alat mas kawin perempuan Papua punya harga diri sangat luar biasa tapi ada juga untuk kalau ada tamu datang kita menyambut dengan menginjak piring itu. Menginjak piring itu berarti sudah dianggap bahwa bagian dari keluarga dan dihormati sama keluarga, sambungnya.

Lalu kemudian, tambah Rosaline, saya angkat lagi busana patung Karwar yang ada dibaju-baju ini karena selama ini banyak yang hanya mengenal patung Asmat nah kalau di Biak ada patung Karwar.

Jadi Indonesia ini kaya, tegasnya. “Saya memberanikan diri dengan membuat semua ini. Itu semua dari saya yang memback up Tuhan, keluarga dan anak. Anak saya yang menggambar. Jadi isi otak saya saya tumpahkan menggambar lalu saya minta suami untuk biasa filosifinya karena Papua agak peka kalau kita mengangkat sesuatu kita tidak tahu filosofinya dan saya kira itu juga bagus dan saya sangat senang karena dengan ada begitu mungkin jamannya saya yang sangat memahami budaya anak-anaknya saya tidak memahami dengan cara itu mereka bisa tahu bahwa ini ada cerita seperti ini. Pakaian papua bisa dipakai untuk umum,” paparnya.

Dijelaskan Rosaline, kemarin saya tampilkan pakaian Macan Tutul karena Macan Tutul hampir punah. Nama brand pakaian papua DR RR. Ambarsador saya ada 2 yaitu dari Milan, Milka, Misroflah dengan Sarah mantan Miss Indonesia sengaja saya munculkan itu.

Disamping itu juga bahan pakaiannya terbuat dari silk, sutra saya mainnya ke silk dan sutra. Target penjualannya kalau bisa semua orang mengharapkan laku semua. Jadi paling tidak sudah muncul branding. Karena hampir semua pameran ini hanya saya sendiri perempuan papua tidak ada yang lain.

Sebenarnya kesempatan ini saya muncul supaya seniman-seniman yang ada di Papua jangan didalam saja keluarlah karena mereka lebih hebat dari saya. Karena saya orang Biak saya memang memunculkan motif dari daerah saya jadi saya sengaja kenapa nyah orang tahu Papua hanya Asmat tahu Papua hanya lagu pop Apuse. Jadi nyah itu saya selalu bilang kalau mau jadi membuat papua terkenal didunia itu jangan selalu dengan politik, cape.

Sambungnya, lewat seni lebih ilegant. Saya selalu bilang kan mereka bilang dokter kan kenapa dokter desainer begini pengusaha begini saya bilang memang kalau mau jadi desainer pengusaha bisa tapi kalau mau jadi pengusaha desainer menjadi dokter nggak bisa, ungkapnya.

“Kami berdua terpanggil untuk bagaimana menjadi jembatan yang baik mediator yang baik dalam rangka mempromosi tentang apa yang hari ini menjadi kekayaan di Papua terutama kekayaan seni memang seperti tadi dokter Rosalin sampaikan bahwa bendahara itunya Tuhan karena kalau kita terlalu berharap pada pemerintah pemerintah sibuk dan pasti banyak prosedur dan sebagainya”, tambah Pemerhati Budaya Papua Samkoibur.

Namun, kata Samkoibur, kami berdua terpanggil terpanggil dan kebetulan karena lahir dari keluarga seni seperti tadi dokter bilang dokter yang berbicara anak perempuan dirumah yang menggambar terus kalau fashion butuh musik dari anak lakinya yang di Boston yang buat musik untuk fashionnya.

Sambungnya, melalui kegiatan seni seperti begini kemudian kita bisa mempromosi tentang hal-hal hari ini menjadi sesuatu yang menjadi sangat bernilai seperti ini. Hal ini kan kemasannya luar biasa sekali seperti coklat batangan Ransiki, Ransiki ibu kotanya Monokoari Selatan, Ransiki dalam bentuk minuman coklat dan kopi Maniambo dari pegunungan Arfak Papua Barat, ucapnya.

(Doli/Red)