Senjata Makan Tuan ! Tanah Warisan Masyarakat Pandiri Sebagian Dijual dan Dibarter Kadesnya

Senjata Makan Tuan ! Tanah Warisan Masyarakat Pandiri Sebagian Dijual Dan Dibarter Kadesnya

POSO,LIPUTAN4.COM – Sumpah demi Tuhan Kades Pandiri, Anton Lidaya bersedia dipenjarakan jika dia terbukti menerima uang atas tanah warisan warga Desa Pandiri, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah akhirnya terbukti juga.

Sedikitnya sudah 2 orang warga dari luar Desa Pandiri mengaku jika mereka telah memberikan sejumlah materil secara tunai dan barteran.


Pengakuan kedua saksi yang masih dirahasiakan namanya itu dibenarkan Ketua BPD Desa Pandiri, Jhon Mowose. Menurut Jhon pengakuan saksi tersebut merupakan bukti tambahan untuk membawa kepala desanya ke ranah hukum.

Jhon Mowose
“Sudah dua orang mengaku telah memberikan uang, ada juga secara barter,” ungkap Jhon kepada Liputan4.Com Jumat (19/6) siang tadi.

Sebelumnya diberitakan tanah warga Desa Pandiri yang statusnya APL secara sepihak tanpa rembuk atau musyawarah sudah di kapling-kapling dan secara diam-diam disertifikatkan oleh Kadesnya.

Menurut pengakuan dan surat edaran yang disebarkanya sendiri, diakuinya sebagian dari tanah itu sudah dibagi-baginya ke pihak Agraria Kabupaten dan Provinsi sementara puluhan bidang lainnya diserahkannya kepada keluarga Rujab Bupati Poso, Darmin Sigilipu.

Terkait pangakuan saksi tersebut sebagian besar masyarakat Pandiri berharap bisa menjadi bukti tambahan untuk memproses kepala desa mereka tersebut.

“Semoga dengan kesaksian demi kesaksian yang mulai muncul dengan sendirinya ini bisa menjadi penguatan proses terhadap kepala desa, Anton Lidaya,” harap warga Pandiri seragam.