Sembari Wisata Literasi, Dispersip juga melakukan Wisata Religi dan Kuliner

  • Bagikan
Sembari Wisata Literasi, Dispersip juga melakukan Wisata Religi dan Kuliner
Sembari Wisata Literasi, Dispersip juga melakukan Wisata Religi dan Kuliner
Rombongan Dispersip yang di komando Bunda Nunung,  saat makan bersama di RM Paliat Tanjung (poto istimewa)

Liputan4.com, Tabalong-Disela kesibukannya tugas ke KabupatenTabalong, yaitu Silaturrahmi ke Dandim 1008/Tanjung, yang dilanjutkan dengan tinjauan ke lokasi TMMD ke-110 guna melihat layanan mobil Perpustakaan Keliling (Pusling) Dispersip Prov Kalsel dan Dispersip Kab Tabalong, serta Trail Pustaka yang mangkal  disana sejak TMMD dibuka, dan juga kunjungan ke Dispersip kab Tabalong, Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi kalimantan Selatan Hj Dra Nurliani Dardie M.AP, atau disapa Bunda Nunung serta rombongan juga menyempatkan kunjungan wisata religi dan kuliner, Sabtu (13/3)

Adapun wisata religi yakni, Makam Habib Husin Haur Kuning, Makam Syech Haji Muhammad Nafis Bin idris Ibnul Husin Al Banjari, terakhir ke Mesjid Pusaka Banua Lawas dan Makam Penghulu Rasyid, dimana Mesjid tersebut termasuk dalam salah satu Mesjid Bersejarah di Kalsel yang bukunya diterbitkan oleh Dispersip Prov Kalsel pada Tahun 2020, bahkan buku tersebut dibincangkan secara virtual di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi kalimantan Selatan pada bulan Nopember lalu bersama penulisnya.

Bunda Nunung mengatakan, selain menghimpun buku-buku karya putra daerah yang bernilai sejarah, adat istiadat, kesenian, kebudayaan kalsel (kearifan lokal) yang akan dialih mediakan dalam bentuk digital untuk menjaga keamanan koleksi dari kerusakan dan dapat bertahan dalam waktu yang lama.

“Kalaupun belum ada buku yang menulis hal tersebut, maka kami akan coba menggali informasi dan meminta teman-teman penulis setempat agar menuliskan dalam bentuk buku, Agar kelak bisa diketahui masyarakat luas dan generasi mendatang, bebernya.

Dirinya pun sangat beruntung diberi kesempatan memegang songkol tiang guru mesjid pusaka, serta tongkat pusaka khatib, padahal dikunci dalam lemari serta dibukakan. Tidak cuma itu Bunda Nunung juga dibukakan kunci lemari tempat tongkat pusaka. Konon katanya kaca lemari tongkat pusaka ini tidak mau terang, walau di bersihkan.

Ia menambahkan, pulang dari Kabupaten Tabalong, masih sempat ziarah ke Masjid Pamangkih Hulu Sungai Tengah (HST)

Selain wisata religius, rombongan Dispersip juga wisata kuliner dengan makan di Rumah makan Paliat di kawasan Pasar Kelua. Nasi Paliat adalah makanan khas Kelua atau Tabalong.

Pastinya kami tidak akan melewatkan wisata kuliner dan wisata religi, ujarnya Bunda Cantik dan Enegik ini kepada Liputan4.com.

Wisata kuliner Paliat dan ketiga wisata religi tersebut berada di Kabupaten Tabalong

“Bunda Nunung mengatakan wisata kuliner dan wisata religi bukan sekedar jalan-jalan biasa tapi ada hubungannya dengan Tupoksi Dispersip,” tegasnya.(NandoL4)

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur