PPDB KOTA MEDAN 2022

Semakin Hari Jalan Vital Seperti Kubangan Sapi Melalui Proposal Maupun E-Planing Tak Mendapat Respon Dari Pemerintah

Semakin Hari Jalan Vital Seperti Kubangan Sapi Melalui Proposal Maupun E-Planing Tak Mendapat Respon Dari Pemerintah

Liputan4 com. Palas, Lampung Selatan.

Ruas jalan sepanjang 470 Meter merupakan satu-satunya berlalu lalang masyarakat desa Pematang Baru Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan, Semakin memprihatinkan kondisinya dan pantas di juluki Jalan kubangan sapi.


Kenapa tidak sepanjang jalan itu, dipenuhi lobang besar, sebesar kubangan sapi bila musim hujan air menutupi kubangan itu di tambah becek di sebanjang jalan, bila musim kemarau material berserakan dimana-mana.

Sehinga saat ini menyulitkan pengendara, yang juga dapat mengancam keselamatan jiwa, karena tidak sedikit warga yang mengalami kecelakaan karena kondisi jalan yang licin dan berlubang

Selain itu juga, ruas jalan yang cukup vital tersebut dapat menghubungkan tiga kecamatan yakni Kecamatan Sragi Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Palas. Dan merupakan ruas jalan yang cukup padat yang setiap saat dilintasi oleh para pedagang, petani, pegawai/karyawan dan para pelajar.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Pematangbaru, Muslim Idrus mengatakan, ruas jalan utama itu terakhir tersentuh perbaikan di era 2010-an. Selama ini, upaya perbaikan hanya dilakukan dengan menimbun badan jalan yang telah rusak parah.

“Panjangnya sekitar 470 meter dengan kondisi yang benar-benar parah. Selama ini, Desa hanya bisa melakukan upaya penimbunan menggunakan sabes supaya bisa tetap dilintasi warga,” ujarnya.

Muslim berharap, Pemkab Lamsel melalui Dinas PUPR Lamsel dapat merespon untuk memperbaiki jalan tersebut. Apalagi pihaknya selama ini sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan jalan itu.

“Sudah beberapa kali diajukan ke Pemkab Lamsel, baik melalui proposal maupun E-Planing. Tentunya, harapan masyarakat di tahun ini jalan utama kami mendapat perhatian dari pemerintah,” kata dia, Sabtu ,(18/06/2022) saat di temui di Kantor Desa

Sementara Ramli, warga setempat, mengaku kerusakan jalan sudah dirasakan masyarakat sejak 2017 silam. Bahkan, ruas jalan tepat dipintu utama desa tersebut hingga kini belum tersentuh perbaikan.

“Sudah lebih dari lima tahun jalan menuju desa kami rusak. Sampai sekarang kerusakannya semakin parah, semua badan jalan sudah berlubang. Saat turun hujan jalan seperti dipenuhi kubungan,” kata dia, Minggu, 19 Juni 2022.

 

Print Friendly, Pdf & Email