News  

Sekcam Mappedeceng Serahkan Secara Simbolis BLT DD Tahap II di Desa Mangalle Lutra

Sekcam Mappedeceng Serahkan Secara Simbolis Blt Dd Tahap Ii Di Desa Mangalle Lutra

LUWU UTARA,Liputan4.com — Camat Mappedeceng yang diwakili Sekcam Mappedeceng Andi.Muh.Iqbal menghadiri penyaluran bantuan lansung tunai (BLT) dana desa (DD) tahap dua tahun anggaran 2020 di Aula kantor desa Mangalle, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (17/06/2020) Kemarin

Sekcam Mappedeceng Serahkan Secara Simbolis Blt Dd Tahap Ii Di Desa Mangalle LutraPenyaluran BLT DD diserahkan secara simbolis oleh Sekcam Mappedeceng A.Muh.Iqbal dan disaksikan Kades Mangalle Askar, Kadis PMD Lutra yang diwakili tenaga ahli pendamping desa, pendamping desa tingkat kecamatan mappedeceng, Ketua BPD, dan penerima BLT DD


A.Muh.Iqbal mengatakan bahwa hari ini warga menerima BLT DD tahap II, itu merupakan bentuk perhatian pemerintah karena adanya masyarakat yang terdampak covid-19

"Bantuan ini diberikan betul-betul untuk masyarakat yang terdampak covid-19 yang tidak pernah menerima bantuan sosial lainnya," ucapnya

Ia menuturkan bahwa pemerintah tidak mau melihat masyarakatnya yang kekurangan terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok

"Jadi bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan pokok bukan kebutuhan lainnya terutama untuk membeli sembako agar menambah imun tubuh kita," tutur sekcam Mappedeceng

Lanjut A.Muh.Iqbal, bahwa masyarakat juga harus mengikuti protokol ksehatan dalam penyaluran BLT DD

"Kalau kita keluar rumah harus pakai masker karena penyakit masuk melalui mulut, mata dan hidung, jaga jarak karena virus itu bisa sampai 1,5 M dan cuci tangan dengan sabun," ungkapnya

"Sekarang kita memasuki new normal dan bukan berarti virus covid itu sudah tidak ada," pungkasnya

Sementara itu, Kadis PMD Lutra yang diwakili tenaga ahli pendamping Desa mengatakan bahwa dana desa untuk BLT DD itu diambil di pagu anggaran tahun 2020 dan itulah yang dipotong atau dipangkas 30 persen peruntukannya untuk BLT DD

"Mengurus BLT DD tidak gampang karena diperencanaan desa tahun 2020 sudah jadi di APBDes terkait apa yang akan kita danai didesa dalam satu tahun," jelasnya

"Jadi masyarakat jangan berfikiran kalau dana desa dipakai begitu saja tapi ada alur-alur perencanaan didesa. Lalu di APBDes itu sudah tergambar berapa besaran volumenya, gambarnya, kegiatan apa, dan siapa yang akan mendanainya," tutupnya

[zombify_post]